![]() |
| Perumahan Puri Pratama Cisait, Desa Cisait, Kecamatan Kragilan, Kabupaten Serang |
SERANG, bbiterkini – Rasa aman warga Perumahan Puri Pratama Cisait, Desa Cisait, Kecamatan Kragilan, Kabupaten Serang, mulai terkikis. Dalam beberapa hari terakhir, kasus pencurian hingga aktivitas mencurigakan orang tak dikenal membuat lingkungan RW 05 disebut rawan maling.
Kasus terbaru menimpa Yusuf Rendrianto, warga RT 04/RW 05, yang kehilangan sepeda motor di rumahnya sendiri. Peristiwa ini seharusnya jadi alarm keras bagi pengurus lingkungan. Namun di lapangan, warga menilai tidak ada langkah nyata yang dilakukan untuk memperketat keamanan.
Alih-alih ada evaluasi, situasi justru dinilai seperti dibiarkan. Kondisi ini memicu kekecewaan warga yang mulai merasa tidak lagi terlindungi di lingkungan tempat tinggalnya.
Keluhan juga datang dari Muslih, warga RT 05. Ia mengaku beberapa malam terakhir melihat orang asing mondar-mandir di gang dekat rumahnya, tepatnya di jalur yang mengarah ke TPU. Aktivitas itu terjadi pada dini hari, sekitar pukul 01.31 hingga 01.59 WIB waktu yang jelas bukan jam normal untuk beraktivitas di lingkungan perumahan.
“Saya awalnya coba berpikir positif, mungkin warga sini atau anak-anak remaja. Tapi pas saya dekati, mereka malah kabur,” ujar Muslih.
Yang lebih mengkhawatirkan, akses gang di dekat TPU yang biasanya ditutup dan dikunci, belakangan justru sering dibiarkan terbuka. Celah ini diduga kuat dimanfaatkan oleh orang luar untuk keluar-masuk tanpa pengawasan.
Menurut Muslih, kondisi seperti ini bukan pertama kali terjadi. Ia bahkan mengaku rumahnya pernah dibobol sebelumnya.
“Dulu rumah saya juga pernah kemalingan. Yang diambil tas, HP, sama dompet. Sekarang kejadian lagi di lingkungan yang sama, ya jelas makin resah,” tegasnya.
Warga menilai lemahnya kontrol keamanan lingkungan menjadi faktor utama meningkatnya potensi tindak kriminal. Minimnya patroli, portal yang tidak dikunci, serta tidak adanya respons cepat dari pengurus RW membuat situasi semakin rentan.
Harapan warga sederhana: pengurus RW 05 segera bertindak. Mulai dari mengaktifkan kembali sistem keamanan lingkungan (siskamling), memastikan portal ditutup setiap malam, hingga meningkatkan koordinasi antarwarga.
Jika kondisi ini terus dibiarkan tanpa langkah konkret, bukan tidak mungkin kasus pencurian akan terus berulang—dan korban berikutnya bisa siapa saja.
Lingkungan perumahan yang seharusnya menjadi tempat paling aman, kini justru berubah jadi titik rawan kejahatan. Warga pun hanya bisa berharap, sebelum semuanya terlambat, ada tindakan nyata yang benar-benar dilakukan.
Penulis: David Nababan
Editor: Noval Abraham
