![]() |
| Ilustrasi/ Insiden Mencekam Ratusan Santri Masuk RS di Cilacap |
CILACAP, bbiterkini – Suasana panik sempat menyelimuti sebuah pondok pesantren di Kabupaten Cilacap setelah lebih dari 100 santri mendadak mengalami gejala keracunan secara bertahap, Rabu (30/4/2026). Para santri langsung dilarikan ke RSUD Cilacap untuk mendapatkan penanganan medis.
Insiden ini diduga bermula setelah para santri mengonsumsi makanan pada Selasa (29/4/2026). Namun hingga kini, penyebab pasti masih menjadi teka-teki.
Tim gabungan dari Polresta Cilacap bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Cilacap langsung bergerak cepat melakukan penyelidikan. Dua sumber makanan—dari program MBG dan dapur internal pondok—telah diambil sampelnya untuk diuji di laboratorium kesehatan di Semarang.
Plt Direktur RSUD Cilacap, Hasanuddin, menegaskan pihaknya belum bisa memastikan asal keracunan.
“Kami masih menunggu hasil uji laboratorium. Sampel makanan dan air sudah dikirim, nanti akan terlihat apakah ada kandungan bakteri atau zat berbahaya,” ujarnya.
Ia menambahkan, proses pemeriksaan tidak bisa dilakukan secara instan karena membutuhkan tahapan analisis mendalam yang diperkirakan memakan waktu hingga lima hari.
Sementara itu, Kapolresta Cilacap, Budi Adhy Buono, memastikan pengawasan ketat terus dilakukan.
“Kami sudah turun langsung ke lapangan, mengecek kondisi korban, serta mengamankan sampel untuk memastikan sumbernya,” jelasnya.
Dari ratusan korban, sebagian besar kini telah berangsur pulih dan kembali ke lingkungan pondok pesantren. Meski demikian, satu santri masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
Kasus ini menjadi perhatian serius karena melibatkan jumlah korban yang besar. Pihak berwenang pun mengimbau semua pihak menunggu hasil resmi laboratorium guna memastikan penyebab pasti insiden tersebut sekaligus mencegah kejadian serupa terulang.
Agp
