![]() |
| Dok. Kondisi Jalan Tercecer Tanah Urugan di Jalan Nasional Serang-Jakarta |
SERANG, bbiterkini – Aktivitas proyek urugan di Desa Ciagel menuai sorotan tajam. Selain diduga melanggar aturan operasional angkutan tanah urug di Provinsi Banten, kegiatan tersebut juga dinilai membahayakan pengguna jalan dan menunjukkan lemahnya pengawasan. Serang Kamis 30 April 2026.
Sejumlah pengendara mengeluhkan kondisi jalan yang kerap licin akibat tanah berceceran dari truk pengangkut. Ahmad, pengendara sepeda motor, mengaku hampir terjatuh saat melintas di lokasi.
“Kalau lewat situ sering tergelincir. Tanahnya berantakan sampai ke jalan, belum lagi mobil dump truck parkir sembarangan,” ujarnya.
Kondisi ini memperparah risiko kecelakaan, terlebih saat hujan turun. Minimnya pengamanan proyek serta tidak adanya pembersihan jalan secara berkala dinilai sebagai bentuk kelalaian serius dari pengelola.
Tak hanya soal keselamatan, proyek tersebut juga memicu tanda tanya besar. Warga sekitar mengaku tidak mengetahui secara pasti tujuan kegiatan urugan itu. Ketiadaan papan informasi proyek semakin memperkuat dugaan bahwa aktivitas tersebut tidak transparan, bahkan berpotensi ilegal.
Di sisi lain, praktik operasional angkutan tanah urug yang keluar-masuk tanpa pengawasan ketat diduga melanggar peraturan daerah (Perda) Provinsi Banten terkait jam operasional dan tata kelola angkutan material. Jika terbukti, hal ini menjadi bukti nyata bahwa aturan hanya tajam ke bawah, namun tumpul ke pelanggar yang terang-terangan beroperasi.
Mahasiswa yang akrab disapa AAP mendesak pemerintah dan aparat penegak hukum untuk tidak tutup mata. Ia meminta adanya tindakan tegas, termasuk pemeriksaan izin proyek hingga penindakan terhadap pelanggaran yang terjadi.
“Kalau dibiarkan, ini bukan cuma soal jalan kotor, tapi soal keselamatan publik. Negara jangan kalah oleh pelaku yang jelas-jelas melanggar,” tegasnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pengelola proyek maupun instansi terkait. Masyarakat berharap pemerintah segera turun tangan sebelum jatuh korban lebih lanjut.(*/David)
