![]() |
| Seorang ibu Histeris Minta Keadilan/AI |
SERANG, bbiterkini – Tangis pecah dan jeritan keadilan mengguncang suasana. Yeyet Sumiyati, istri korban pengeroyokan, tak kuasa menahan emosi saat menceritakan nasib suami dan anaknya yang menjadi korban kekerasan brutal.
Dengan suara bergetar dan mata berkaca-kaca, Yeyet mendesak aparat penegak hukum segera bertindak. Baginya, rasa takut kini bercampur dengan kekecewaan—karena para terduga pelaku hingga kini disebut masih bebas.
“Suami saya dikeroyok, anak saya juga dipukul! Pelaku masih berkeliaran… kami minta keadilan! Jangan biarkan kami hidup dalam ketakutan!” teriak Yeyet.
Peristiwa terjadi di Kampung Baru, Desa Mongpok, Kecamatan Cikeusal, Kabupaten Serang, Sabtu (22/3/2026) sekitar pukul 20.22 WIB. Insiden dipicu persoalan utang piutang sebesar Rp15 juta.
Menurut keterangan, korban sempat menunjukkan itikad baik dengan menawarkan pembayaran awal Rp5 juta. Namun, upaya damai itu ditolak. Ketegangan meningkat dan berujung pada aksi pengeroyokan yang melibatkan sejumlah orang.
Yang menjadi sorotan, hingga kini para terduga pelaku belum diamankan. Kondisi ini memicu pertanyaan publik terkait keseriusan penanganan kasus, bahkan menimbulkan kekhawatiran akan adanya pembiaran.
Pengamat hukum menilai, lambannya respons dapat berdampak pada menurunnya kepercayaan masyarakat. “Jika tidak segera ditindak, publik bisa melihat ini sebagai bentuk pembiaran—apa pun alasannya,” ujarnya.
Kini, sorotan tertuju pada aparat penegak hukum. Kecepatan dan transparansi menjadi kunci untuk menjawab keresahan masyarakat.
Bagi Yeyet, ini bukan sekadar kasus hukum—ini soal rasa aman keluarganya.
“Kami tidak minta lebih… hanya keadilan. Tangkap pelaku, proses sesuai hukum,” tutupnya.(*/red).
