![]() |
| Peta Wilayah Daerah Provinsi Banten |
SERANG, bbiterkini – Perekonomian Banten membuka awal 2026 dengan catatan positif. Di tengah perlambatan di sejumlah daerah, ekonomi Banten justru tumbuh 5,64 persen secara tahunan pada triwulan I 2026 atau sedikit lebih tinggi dibanding pertumbuhan nasional yang berada di angka 5,61 persen.
Pertumbuhan itu mulai terasa di pasar tenaga kerja. Jumlah warga yang bekerja bertambah, sementara angka pengangguran perlahan menurun.
Kepala Badan Pusat Statistik Banten, Yusniar Juliana, mengatakan geliat ekonomi daerah mulai memberi dampak terhadap kondisi ketenagakerjaan masyarakat.
“Pertumbuhan ekonomi mulai berdampak pada pasar tenaga kerja,” kata Yusniar, Kamis (7/5/2026).
BPS mencatat Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Banten atas dasar harga berlaku mencapai Rp247,20 triliun. Sementara PDRB atas dasar harga konstan 2010 berada di angka Rp144,96 triliun.
Secara triwulanan, ekonomi Banten juga masih bergerak positif dengan pertumbuhan 1,01 persen dibanding triwulan IV 2025.
Motor utama pertumbuhan masih ditopang sektor perdagangan, industri pengolahan, konstruksi, serta transportasi dan pergudangan. Empat sektor tersebut menjadi penyangga terbesar ekonomi Banten dengan kontribusi lebih dari 70 persen.
Namun lonjakan paling mencolok justru datang dari sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan. Sektor ini tumbuh hingga 17,88 persen secara tahunan, didorong musim panen dan meningkatnya aktivitas produksi di daerah.
Kenaikan juga terjadi pada sektor akomodasi dan makan minum yang tumbuh 15,29 persen. Sementara transportasi dan pergudangan naik 13,84 persen seiring meningkatnya mobilitas barang dan masyarakat.
Pada level triwulanan, sektor pertanian bahkan melonjak 27,53 persen. Sektor akomodasi dan makan minum tumbuh 8,95 persen, jasa keuangan meningkat 5,48 persen, sedangkan transportasi tumbuh 4,27 persen.
Di sisi lain, kondisi ketenagakerjaan mulai menunjukkan perbaikan meski belum sepenuhnya pulih.
Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Banten pada Februari 2026 tercatat sebesar 6,59 persen atau turun 0,05 poin dibanding periode yang sama tahun lalu.
Jumlah penduduk bekerja kini mencapai 5,83 juta orang atau bertambah sekitar 26 ribu pekerja dibanding Februari 2025. Sementara jumlah pengangguran turun menjadi sekitar 411 ribu orang.
Penyerapan tenaga kerja terbesar terjadi di sektor pertanian dengan tambahan hampir 99 ribu pekerja baru. Sedangkan sektor perdagangan dan industri masih menjadi ladang pekerjaan terbesar bagi masyarakat Banten.
Meski angka pengangguran mulai turun, persoalan kualitas pekerjaan masih membayangi. BPS mencatat proporsi pekerja formal justru turun menjadi 52,19 persen atau merosot 1,18 poin dibanding tahun sebelumnya.
Kondisi itu menandakan sebagian besar tambahan pekerjaan masih berasal dari sektor informal yang rentan tanpa kepastian pendapatan maupun perlindungan kerja.
Namun ada sinyal positif lain. Persentase pekerja penuh waktu meningkat menjadi 78,40 persen, menunjukkan aktivitas ekonomi masyarakat mulai bergerak lebih stabil.
“Perluasan sektor formal masih menjadi pekerjaan rumah. Hal itu penting agar pertumbuhan ekonomi semakin inklusif dan berkelanjutan,” ujar Yusniar.
Penulis: Ending
Editor: Noval Abraham
