-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Diduga Keracunan MBG di Banten, Puluhan Siswa Tumbang Usai Santap Menu Sekolah

Sabtu, 02 Mei 2026 | 01.39.00 WIB Last Updated 2026-05-01T18:42:28Z
Puluhan Anak Dilarikan ke Fasilitas Kesehatan


TANGERANG, bbiterkini – Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi sorotan setelah puluhan siswa di Kabupaten Tangerang, Banten, dilaporkan mengalami gejala diduga keracunan usai menyantap menu yang dibagikan di sekolah, Rabu (29/04/2026).


Peristiwa ini terjadi di wilayah penerima distribusi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Cirumpak. Para siswa dari jenjang PAUD hingga SMP dilaporkan mengalami keluhan kesehatan seperti mual, muntah, pusing, hingga diare beberapa jam setelah mengonsumsi makanan tersebut.


Puluhan Anak Dilarikan ke Fasilitas Kesehatan


Sedikitnya 33 siswa tercatat menjalani perawatan di sejumlah fasilitas kesehatan setempat. Mereka tersebar di Bidan Linda (Kampung Cirumpak) sebanyak 14 orang, Bidan Leny (Cirumpak Ilir) 9 orang, serta Puskesmas Kronjo sebanyak 10 orang.


Gejala mulai dirasakan setelah para siswa pulang ke rumah masing-masing. Orang tua yang panik kemudian membawa anak mereka ke fasilitas kesehatan terdekat setelah kondisi memburuk.


“Para orang tua langsung membawa anak-anak mereka ke fasilitas kesehatan setelah melihat kondisi fisik korban terus menurun,” kata Kapolsek Kronjo Iptu Bayu Sujatmiko, Kamis (01/05/2026).


Polisi Turun Tangan, Pulbaket Dilakukan


Kepolisian Sektor Kronjo menyatakan telah melakukan langkah awal penyelidikan dengan mengumpulkan bahan keterangan (pulbaket). Unit intelijen juga telah diterjunkan untuk menelusuri sumber dugaan keracunan tersebut.


Namun hingga kini, polisi belum menyimpulkan penyebab pasti peristiwa yang membuat puluhan siswa jatuh sakit secara bersamaan itu.


Menu MBG Disorot, Dugaan Mengarah ke Olahan Makaroni


Menu MBG yang dibagikan pada hari kejadian terdiri dari makaroni telur, tahu, bakso, wortel, dan buah melon.


Dari keterangan awal tim ahli gizi SPPG Cirumpak, dugaan sementara mengarah pada olahan makaroni sebagai salah satu kemungkinan sumber gangguan kesehatan. Meski demikian, pihak terkait belum memastikan adanya kontaminasi dan masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut.


Sorotan pada Pengawasan Distribusi Makanan


Peristiwa ini kembali memunculkan pertanyaan mengenai standar pengawasan distribusi makanan dalam program MBG di lapangan, terutama pada proses pengolahan dan pendistribusian ke sekolah-sekolah penerima manfaat.


Hingga berita ini diturunkan, proses investigasi masih berlangsung dan belum ada keterangan resmi mengenai hasil uji laboratorium maupun potensi kelalaian dalam distribusi makanan tersebut.(*/Elfan)