![]() |
| Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan Kemenpar, Martini Mohamad Paham, saat menyampaikan sambutannya secara daring di Jakarta, Rabu (30/4/2026). |
JAKARTA, bbiterkini – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) mulai mengencangkan standar keamanan destinasi dengan menyiapkan 38 provinsi menjalankan Program Keselamatan Wisata 2026. Langkah ini menjadi respons atas perubahan tren wisata, di mana faktor keselamatan kini menjadi penentu utama selain keindahan destinasi.
Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan Kemenpar, Martini Mohamad Paham, menegaskan bahwa wajah pariwisata telah bergeser. Wisatawan tidak lagi sekadar berburu panorama, tetapi menuntut pengalaman yang aman, nyaman, dan berkelas.
“Persaingan pariwisata hari ini bukan hanya soal destinasi indah, tapi siapa yang paling siap menjamin keselamatan wisatawan,” tegas Martini di Jakarta, Rabu (30/4/2026).
Program ini dijalankan melalui skema Tugas Pembantuan dengan fokus pada pelatihan peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) pariwisata di seluruh provinsi. Targetnya jelas: pelaku wisata di daerah mampu membaca risiko, mencegah insiden, dan sigap saat kondisi darurat terjadi.
Tak sekadar pelatihan, Kemenpar juga mendorong standarisasi prosedur keselamatan di destinasi wisata. Ini dinilai krusial untuk mendongkrak daya saing Indonesia di tengah kompetisi global yang makin ketat.
Namun, Kemenpar sadar program ini tak akan jalan tanpa peran daerah. Martini menekankan pentingnya keterlibatan aktif Dinas Pariwisata sebagai motor penggerak di lapangan.
“Kalau daerah tidak bergerak, program ini hanya akan jadi konsep. Keselamatan wisata adalah tanggung jawab bersama, bukan proyek satu pihak,” ujarnya.
Senada, Asisten Deputi Peningkatan Kapasitas Masyarakat, Ika Kusuma Permana Sari, menyebut kesiapan daerah sebagai titik krusial implementasi.
“Kami ingin program ini benar-benar terasa dampaknya, bukan sekadar formalitas. Daerah harus siap, dari SDM hingga eksekusi di lapangan,” katanya.
Selain aspek teknis, Kemenpar juga menyoroti akuntabilitas pelaksanaan program agar setiap kegiatan tidak sekadar terserap anggaran, tetapi berdampak nyata bagi kualitas destinasi.
Dengan penguatan SDM, kolaborasi lintas sektor, serta standar keselamatan yang lebih tegas, Kemenpar menargetkan Program Keselamatan Wisata 2026 menjadi fondasi baru pariwisata Indonesia—bukan hanya indah, tapi juga aman dan dipercaya wisatawan.
Elfan
Editor: Redaksi
