-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Cegah Banjir, Kecamatan Karawaci Gencarkan Normalisasi Drainase di Permukiman Warga

Senin, 20 April 2026 | 11.36.00 WIB Last Updated 2026-04-20T04:36:38Z

Kecamatan Karawaci Lakukan Normalisasi Drainase 

TANGERANG, bbiterkini – Mengantisipasi potensi genangan saat musim hujan, jajaran Kecamatan Karawaci melakukan normalisasi saluran air di lingkungan permukiman warga. Kegiatan ini dipusatkan di Jalan Imam Bonjol, Gang Keramat 1i, RT 003 RW 002, Kelurahan Karawaci, Senin (20/04/2026).


Aksi tersebut dipimpin langsung oleh Hanapi selaku Koordinator Satuan Tugas Tata Pemerintahan (Satgas Tapem) Kecamatan Karawaci. Di lapangan, Hanapi terlihat aktif memberikan arahan kepada petugas agar pembersihan dilakukan secara menyeluruh, termasuk pada titik-titik sumbatan yang sulit dijangkau.


Sejumlah petugas dikerahkan untuk mengangkat tumpukan sampah, dahan pohon, serta endapan lumpur yang menghambat aliran air. Kehadiran tim Satgas Tapem tidak hanya memastikan proses pembersihan berjalan efektif, tetapi juga memperkuat koordinasi dengan pengurus lingkungan setempat.


“Kegiatan ini kami lakukan di 16 kelurahan di wilayah Kecamatan Karawaci sebagai langkah preventif agar sistem drainase berfungsi optimal. Kami juga mengimbau masyarakat untuk tidak membuang sampah ke saluran air,” ujar Hanapi di sela kegiatan.


Normalisasi ini merupakan bagian dari program rutin Kecamatan Karawaci dalam menjaga kenyamanan lingkungan serta menekan potensi banjir. Ke depan, penyisiran akan terus dilakukan secara berkala di titik-titik rawan sumbatan.


Di lokasi, petugas terlihat bekerja keras mengevakuasi berbagai material penghambat aliran air, mulai dari limbah domestik, ranting pohon, hingga sedimentasi lumpur tebal. Kondisi tersebut selama ini menjadi salah satu penyebab utama meluapnya air ke badan jalan saat hujan deras.


Selain pembersihan fisik, tim kecamatan juga melakukan sosialisasi langsung kepada warga dan tokoh masyarakat. Edukasi ini bertujuan membangun kesadaran kolektif akan pentingnya menjaga kebersihan saluran air.


Upaya ini menegaskan bahwa penanganan banjir tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga membutuhkan peran aktif masyarakat dalam menjaga lingkungan secara berkelanjutan. (Ega/Dina)