![]() |
| Ilustrasi |
JAKARTA, bbiterkini – Insiden kekerasan kembali menimpa pegiat hak asasi manusia. Andrie Yunus, aktivis dari Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), dilaporkan menjadi korban penyiraman air keras oleh orang tak dikenal. Peristiwa tersebut memicu kecaman dari berbagai kalangan yang menilai tindakan itu sebagai ancaman serius terhadap kebebasan sipil dan demokrasi di Indonesia.
Kejadian itu terjadi ketika Andrie sedang mengendarai sepeda motor di Jalan Talang, Jakarta Pusat, pada Kamis (12/3/2026). Tiba-tiba dua orang pelaku yang diduga telah mengintai sebelumnya mendekatinya dan menyiramkan air keras ke arah tubuh korban. Akibat serangan tersebut, Andrie mengalami luka serius pada bagian tangan, kaki, dada, serta area mata. Setelah kejadian itu, ia segera dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan intensif.
Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan, Dimas Bagus Arya, menyatakan bahwa peristiwa ini bukan hanya ancaman bagi KontraS, tetapi juga bagi masyarakat luas. Menurutnya, kejadian tersebut menjadi alarm bagi kondisi demokrasi di Indonesia dan menunjukkan adanya upaya pembungkaman terhadap suara-suara rakyat, khususnya para pembela hak asasi manusia.
“KontraS selama ini kerap menerima berbagai bentuk teror. Pelaku harus segera diusut. Kami menuntut akuntabilitas penegakan hukum dari negara serta keseriusan pemerintah dalam melindungi hak asasi manusia. Kami juga meminta supaya rezim yang baru, yang telah membentuk kementerian hak asasi manusia, mau berdiri bersama para pembela hak asasi manusia. teror ini intimidasi ini tidak menyurutkan langkah kontras yang sudah di bangun 26 tahun,” ujar Dimas.
Peristiwa ini menambah daftar panjang kekerasan terhadap aktivis di Indonesia. Pengamat menilai, jika tidak ada penegakan hukum yang tegas, maka ruang demokrasi akan semakin menyempit dan menimbulkan rasa takut bagi masyarakat yang menyuarakan kritik.
Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengidentifikasi pelaku serta mengungkap latar belakang penyerangan tersebut.
Elfan
