Jelajahi

Kategori
Best Viral Premium Blogger TemplatesPremium By Raushan Design With Shroff Templates

Iran Klaim Serang Kapal Perang AS di Hormuz

Redaksi
Jumat, 08 Mei 2026
Last Updated 2026-05-08T12:49:26Z
Premium By Raushan Design With Shroff Templates
masukkan script iklan disini
Iran Vs AS Semakin Memanas Di selat Hormuz 


Teheran, bbiterkini – Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengklaim melancarkan serangan rudal dan drone skala besar terhadap kapal-kapal militer Amerika Serikat (AS) di dekat Selat Hormuz pada Jumat (8/5/2026).


Iran menuduh Washington lebih dulu melanggar gencatan senjata dengan menyerang kapal tanker minyak dan sejumlah wilayah sipil di bagian selatan Iran.


IRGC dalam pernyataannya, seperti dilansir Anadolu Agency, Jumat (8/5/2026), menyebut operasi terhadap kapal perang AS dilakukan sebagai respons atas tindakan militer Amerika tersebut.


Juru bicara markas militer Khatam al-Anbiya, Ebrahim Zolfaghari, mengatakan militer AS menargetkan kapal tanker minyak Iran yang berlayar dari dekat pelabuhan Jask menuju Selat Hormuz. Kapal-kapal Iran lainnya di sekitar pelabuhan Fujairah, Uni Emirat Arab, juga disebut ikut menjadi sasaran.


Selain itu, Iran menuduh AS menyerang sejumlah wilayah sipil di Bandar Khamir, Sirik, dan Pulau Qeshm di Iran bagian selatan dengan dukungan “beberapa negara regional”.


Menurut Zolfaghari, Angkatan Bersenjata Iran kemudian merespons dengan menyerang kapal-kapal militer AS di wilayah timur Selat Hormuz dan selatan pelabuhan Chabahar. Iran mengklaim serangan tersebut menyebabkan “kerusakan signifikan”.


IRGC menyebut Angkatan Laut Iran melancarkan “operasi gabungan skala besar dan presisi” menggunakan rudal balistik, rudal jelajah anti-kapal, serta drone peledak yang diarahkan ke kapal perusak AS.


Dalam pernyataannya, Iran juga mengklaim hasil penilaian intelijen menunjukkan sejumlah kapal perang AS mengalami kerusakan besar. Tiga kapal perusak Amerika lainnya disebut mundur dari kawasan Selat Hormuz.


Media lokal Iran, termasuk Tasnim News Agency, melaporkan kapal-kapal militer AS bergerak mundur menuju Laut Oman. Sementara stasiun televisi pemerintah Iran, IRIB, menyebut unit-unit militer AS yang menjadi sasaran serangan mengalami kerusakan dan terpaksa meninggalkan area konflik.


Sebelum Iran mengumumkan serangan terhadap kapal militer AS, kantor berita IRNA melaporkan suara ledakan keras dan tembakan pertahanan udara terdengar terus-menerus di wilayah barat Teheran.


IRNA menyebut tembakan anti-pesawat berlangsung selama beberapa menit di sekitar Distrik 22 Teheran dan Ahmadabad Mostofi di bagian barat ibu kota Iran tersebut.


Sementara itu, Presiden AS Donald Trump mengklaim militer Amerika melancarkan serangan terhadap kapal Iran di Selat Hormuz sebagai bentuk balasan.


Dalam pernyataannya, seperti dilansir CNN dan AFP, Trump menuduh Iran lebih dulu menyerang tiga kapal perang AS yang tengah melintas di kawasan Hormuz. Serangan itu disebut memicu respons militer dari Washington.


“Tiga kapal perusak Amerika kelas dunia baru saja melintasi Selat Hormuz dengan sangat sukses di bawah tembakan. Tidak ada kerusakan pada ketiga kapal tersebut, tetapi kerusakan besar terjadi pada penyerang Iran,” tulis Trump melalui akun Truth Social miliknya.


Trump juga mengklaim kapal-kapal Iran hancur dalam serangan balasan tersebut, termasuk sejumlah kapal kecil yang disebut digunakan untuk memperkuat armada laut Iran.


Hingga kini, belum ada verifikasi independen terkait klaim kerusakan dari kedua pihak. Namun, meningkatnya ketegangan di Selat Hormuz memicu kekhawatiran dunia internasional karena jalur tersebut merupakan salah satu rute utama distribusi minyak global.


Editor: Noval Abraham 

iklan
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Stars Rally to Beat Predators in Winter Classic at Cotton Bowl

Tag Terpopuler

Iklan