Jelajahi

Kategori
Best Viral Premium Blogger TemplatesPremium By Raushan Design With Shroff Templates

Dokter Magang Diduga Dipaksa Kerja Tanpa Libur, DPR Sebut Perbudakan Modern

Redaksi
Sabtu, 09 Mei 2026
Last Updated 2026-05-08T18:35:12Z
Premium By Raushan Design With Shroff Templates
masukkan script iklan disini
Anggota Komisi IX DPR RI, Irma Suryani Chaniago, mengecam keras dugaan eksploitasi terhadap dr Myta


JAKARTA, bbiterkini – Kematian dokter magang asal Universitas Sriwijaya, dr Myta Aprilia Azmy, memantik kemarahan publik. Dugaan beban kerja berlebihan tanpa hari libur selama menjalani internship di RSUD KH Daud Arif, Kuala Tungkal, Jambi, kini disorot tajam hingga ke Senayan.


Anggota Komisi IX DPR RI, Irma Suryani Chaniago, mengecam keras dugaan eksploitasi terhadap dr Myta. Ia bahkan menyebut kondisi yang dialami dokter muda tersebut sudah menyerupai praktik “perbudakan modern” di lingkungan kerja kesehatan.


“Dokter kok tidak cerdas. Coba tempatkan dirinya di posisi almarhum. Ini sudah bukan sekadar kelalaian, tapi sudah ‘perbudakan’ jatuhnya dan wajib dibawa ke jalur hukum,” kata Irma, Jumat (8/5/2026).


Politikus Partai NasDem itu menegaskan, apabila hasil investigasi Kementerian Kesehatan terbukti benar, maka pihak yang terlibat harus diproses secara pidana. Menurut dia, kematian akibat dugaan kerja paksa tidak bisa hanya diselesaikan lewat teguran administratif.


“Perlu ada sanksi hukum pidana, karena korbannya meninggal akibat kerja paksa,” ujarnya.


Irma juga mempertanyakan fungsi dokter pembimbing dan manajemen rumah sakit dalam mengawasi beban kerja dokter internship. Ia menilai ada kelalaian serius jika dokter muda dibiarkan bekerja melampaui batas hingga berdampak fatal.


“Tentu dengan kejadian ini kami mempertanyakan di mana dan apa fungsi dokter pembimbing dan manajemen rumah sakit. Jika hasil investigasi tersebut benar, maka harus ada yang bertanggung jawab,” katanya.


Menurut Irma, tragedi yang menimpa dr Myta harus menjadi alarm keras bagi seluruh rumah sakit dan dokter pendamping di Indonesia agar tidak lagi mengabaikan kesehatan dokter muda demi mengejar target pelayanan.


“Ada kewajiban dokter pembimbing untuk memperhatikan kesehatan dan jam kerja, jangan malah dimanfaatkan,” tegasnya.


Sebelumnya diberitakan, dr Myta Aprilia Azmy merupakan dokter magang lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya yang mulai menjalani program internship sejak Agustus 2025 di RSUD KH Daud Arif, Kuala Tungkal, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Jambi.


Ironisnya, hasil medical check up (MCU) sebelum bertugas menunjukkan kondisi Myta dalam keadaan sehat. Namun di tengah masa internship, ia diduga mengalami tekanan kerja berat dan jam tugas yang melewati batas ketentuan.


Pada 27 April 2026, Myta dilarikan ke RSUP Dr Mohammad Hoesin Palembang setelah mengalami demam, batuk, dan sesak napas berat. Kondisinya terus memburuk hingga harus dirawat di ICU sebelum akhirnya meninggal dunia pada 1 Mei 2026 akibat gangguan paru-paru berat.


Hasil investigasi Kementerian Kesehatan mengungkap fakta mengejutkan. Direktur Jenderal SDM Kesehatan Kemenkes, Yuli Farianti, menyebut dokter internship di Kuala Tungkal, termasuk dr Myta, disebut tidak pernah mendapatkan hari libur.


“Hari libur minimal itu satu hari setiap minggu. Kalau kejadian di Kuala Tungkal, tidak pernah ada hari libur. Sabtu sampai Minggu mereka masuk,” kata Yuli dalam konferensi pers di Jakarta Selatan, Kamis (7/5/2026).


Tak hanya itu, para dokter magang disebut tetap diwajibkan melakukan visite bangsal selama dua hingga tiga jam pada hari Minggu yang seharusnya menjadi waktu istirahat.


Padahal, aturan resmi menetapkan jam kerja dokter internship maksimal 40 jam per minggu atau delapan jam per hari dengan toleransi tambahan waktu sebesar 20 persen.


Menurut Yuli, ketentuan itu diduga kerap disalahgunakan oleh dokter pendamping dengan dalih mengejar capaian kinerja.


“Pendamping selalu memberikan alasan supaya kinerja tercapai. Anak-anak internship akhirnya takut dan tetap mengerjakan,” ujarnya.


Kasus meninggalnya dr Myta kini menjadi sorotan nasional dan memunculkan pertanyaan besar mengenai sistem kerja dokter muda di Indonesia. Desakan evaluasi total terhadap pola pembinaan dokter internship pun semakin menguat.


Penulis: Ropiin

Editor: Aldiansyah 

iklan
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Stars Rally to Beat Predators in Winter Classic at Cotton Bowl

Tag Terpopuler

Iklan