![]() |
| Ilustrasi |
LEBAK, bbiterkini – Seorang bocah laki-laki berinisial MA (5), warga Desa Sukamekarsari, Kecamatan Kalanganyar, Kabupaten Lebak, Banten, hilang diduga terseret arus Sungai Cisimeut, Jumat 8 Mei 2026.
Peristiwa bocah hilang di Lebak itu terjadi sekitar pukul 15.00 WIB. Hingga Jumat malam, korban belum ditemukan dan masih dalam pencarian tim SAR gabungan.
Kabar hilangnya MA membuat suasana kampung mendadak gempar. Keluarga bersama warga langsung berupaya mencari korban di sekitar rumah hingga bantaran sungai. Namun, pencarian awal belum membuahkan hasil.
Di tengah upaya pencarian itu, sandal milik korban ditemukan di tepi Sungai Cisimeut. Penemuan tersebut membuat dugaan korban hanyut semakin kuat.
Warga kemudian ramai-ramai menyisir aliran sungai yang saat itu diketahui tengah berarus cukup deras. Sejumlah warga membawa senter dan berjalan di bantaran sungai yang licin dan gelap untuk mencari keberadaan korban.
Sesekali terdengar teriakan warga memanggil nama MA dari pinggir sungai. Sementara anggota keluarga korban tampak bertahan di lokasi pencarian dengan harapan bocah tersebut segera ditemukan.
Derasnya arus Sungai Cisimeut menjadi kendala utama dalam proses pencarian. Debit air yang meningkat membuat aliran sungai terlihat lebih berbahaya dibanding biasanya.
Laporan kejadian itu diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten dari relawan BPBD pada pukul 21.18 WIB. Setelah menerima laporan, Tim Rescue Unit Siaga SAR Lebak langsung bergerak menuju lokasi.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten, Al Amrad mengatakan, lima personel diterjunkan untuk melakukan operasi pencarian dan pertolongan terhadap korban.
“Lima personel diberangkatkan ke lokasi kejadian untuk melaksanakan operasi pencarian dan pertolongan,” kata Al Amrad dalam keterangannya.
Operasi SAR dilengkapi berbagai peralatan pendukung, di antaranya rescue car, rubber boat, alat komunikasi, perlengkapan medis, serta peralatan SAR air untuk mendukung penyisiran di sepanjang aliran Sungai Cisimeut.
Tim SAR gabungan bersama BPBD, relawan, dan warga terus melakukan pencarian di titik-titik yang diduga menjadi jalur arus korban terbawa air.
“Korban masih belum ditemukan dan masih dalam pencarian oleh tim SAR gabungan,” ujarnya.
Pihak SAR juga mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di sekitar sungai, terutama ketika debit air meningkat dan arus berubah deras. Pengawasan terhadap anak-anak diminta lebih diperketat guna menghindari kejadian serupa.
Hingga malam hari, penyisiran di aliran Sungai Cisimeut masih terus dilakukan. Derasnya arus dan kondisi gelap menjadi tantangan bagi tim SAR gabungan yang berupaya menemukan korban secepat mungkin.
Penulis: David Nababan
Editor: Redaksi BBI

.webp)
