Prabowo Tunjukkan Potongan Ayam di Depan 12.000 Mitra MBG: Jangan Sampai Anak Kecewa
![]() |
| Presiden Prabowo Subianto menunjukkan potongan ayam saat memberikan arahan kepada mitra Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dalam konsolidasi nasional di Sentul, Bogor, Rabu (3/6/2026). |
BOGOR, BBITerkini – Presiden Prabowo Subianto mengingatkan para mitra Program Makan Bergizi Gratis (MBG) agar tidak mengurangi porsi makanan yang diberikan kepada anak-anak penerima manfaat. Peringatan itu disampaikan di hadapan sekitar 12.000 penggerak dan mitra MBG dalam konsolidasi nasional yang digelar di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Jawa Barat, Rabu (3/6/2026).
Untuk menegaskan pesannya, Prabowo membawa dua wadah berisi ayam goreng ke atas panggung. Kedua wadah tersebut digunakan sebagai contoh perbandingan ukuran potongan ayam yang disajikan dalam program MBG.
Aksi Presiden menunjukkan potongan ayam di depan ribuan peserta menjadi salah satu momen yang paling menyita perhatian dalam acara tersebut. Prabowo kemudian meminta sejumlah perwakilan mitra naik ke atas panggung untuk melihat langsung ukuran potongan ayam yang ditampilkan.
“Nah, masalah ayam. Bawa ke atas ayamnya. Saya minta perwakilan mitra, 10 orang naik ke sini,” ujar Prabowo.
Di hadapan peserta, Presiden memperlihatkan ayam yang dipotong menjadi delapan bagian dan ayam yang dipotong menjadi 14 bagian. Menurutnya, ukuran lauk yang terlalu kecil dapat mengurangi kualitas pelayanan program sekaligus menimbulkan kekecewaan bagi para penerima manfaat.
“Yang kiri ayam dipotong 14. Yang kanan dipotong 8. Jadi yang 14 saja sebesar ini, kalau lebih kecil lagi berapa? Jangan-jangan dipotong 18 atau 22,” katanya.
Pernyataan tersebut langsung mendapat tanggapan dari sejumlah mitra MBG yang berada di atas panggung. Salah seorang perwakilan menyebut tidak ada dapur MBG yang berani memotong satu ekor ayam hingga menjadi 14 bagian.
“Enggak berani, Pak. Potong 10, Pak. Enggak ada yang 14,” jawab salah satu perwakilan mitra.
Meski demikian, Prabowo tetap mengingatkan bahwa seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan MBG harus menjaga amanah yang diberikan negara. Menurutnya, program yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi anak Indonesia tidak boleh dicederai oleh praktik yang mengurangi kualitas maupun kuantitas makanan.
“Kalau potong lebih dari 14 dosa. Berapa juta anak-anak Indonesia akan kecewa?” tegasnya.
Prabowo juga meminta pengawasan dilakukan hingga tingkat sekolah. Ia mengusulkan agar kepala sekolah, guru, dan siswa turut berperan dalam mengawasi kualitas makanan yang diterima setiap hari.
“Nanti saya minta kepala sekolah, guru-guru, anak-anak suruh lapor. Ayamnya kecil atau besar. Kalau perlu secara random difoto dan ditimbang,” ujarnya.
Program MBG yang dikelola Badan Gizi Nasional terus diperluas di berbagai daerah untuk meningkatkan kualitas gizi anak dan mendukung upaya penurunan angka stunting. Seiring perluasan program, pemerintah juga memperkuat pengawasan terhadap dapur MBG dan distribusi makanan agar standar kualitas serta nilai gizi tetap terjaga.
Dalam arahannya, Prabowo menegaskan bahwa urusan makanan bagi masyarakat, khususnya anak-anak, merupakan persoalan yang sangat penting dan tidak boleh dijadikan sarana untuk mencari keuntungan pribadi.
“Masalah makan ini masalah sakral. Makan bagi orang susah tidak boleh menjadi sarana memperkaya oknum-oknum,” katanya.
Presiden menegaskan kualitas makanan harus menjadi perhatian utama seluruh mitra yang terlibat dalam program tersebut.
“Makan paling gampang dikorupsi,” lanjutnya.
Penulis: Elfan
Editor: Noval Abraham
