BREAKING NEWS

Keakraban Prabowo-Megawati Disambut Positif, Namun PDIP Diminta Tak Kehilangan Taji

Presiden Prabowo Subianto dan Megawati Soekarnoputri terlihat akrab usai Upacara Hari Lahir Pancasila di Jakarta, Senin (1/6/2026). 

JAKARTA, BBITerkini – Momen Presiden RI Prabowo Subianto berjalan bergandengan tangan dengan Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri usai Upacara Hari Lahir Pancasila menjadi perhatian publik. Di tengah suasana yang terlihat hangat, muncul harapan agar PDI Perjuangan tetap menjaga peran kritisnya sebagai kekuatan penyeimbang pemerintah.

Keakraban dua tokoh nasional itu dinilai sebagai sinyal positif bagi stabilitas politik. Namun, kedekatan hubungan elite tidak boleh membuat fungsi pengawasan terhadap pemerintah melemah.

Peneliti Senior Bidang Politik BRIN, Lili Romli, menegaskan publik tetap menunggu sikap kritis PDIP terhadap berbagai kebijakan pemerintah yang dinilai tidak berpihak kepada rakyat.

“Hubungan yang hangat tersebut saya kira hal yang baik, tidak harus bermusuhan meski keduanya dalam posisi yang berbeda. Namun demikian, publik juga berharap hubungan yang baik tersebut jangan sampai juga menghilangkan sikap kritis terhadap kebijakan dan langkah pemerintah,” kata Lili, Senin (1/6/2026).

Menurutnya, posisi PDIP di luar pemerintahan memiliki peran penting dalam menjaga mekanisme check and balances yang menjadi salah satu pilar demokrasi.

Karena itu, lanjut Lili, partai berlambang banteng tersebut tidak boleh kehilangan ketegasan hanya karena hubungan politik antar-elite semakin cair.

“Jika memang ada kesalahan dan merugikan kepentingan rakyat harus bersikap, tidak boleh diam,” tegasnya.

Ia menambahkan, publik berharap PDIP tetap menjadi saluran aspirasi masyarakat sekaligus menjalankan fungsi pengawasan terhadap jalannya pemerintahan Prabowo.

Sorotan itu muncul setelah momen hangat antara Prabowo dan Megawati terekam usai Upacara Hari Lahir Pancasila di Gedung Pancasila, Jakarta.

Berdasarkan tayangan Sekretariat Presiden, Prabowo lebih dahulu menyalami sejumlah tokoh nasional, termasuk Megawati, Jusuf Kalla, dan Ma’ruf Amin. Setelah berbincang bersama di ruangan belakang mimbar upacara, Megawati terlihat mengulurkan tangan kepada Prabowo.

Prabowo yang sempat mengira dirinya diminta berjalan lebih dulu kemudian menyambut uluran tangan tersebut. Keduanya lalu berjalan berdampingan sambil tersenyum dan bergandengan tangan meninggalkan lokasi acara.

Momen itu langsung menjadi perbincangan publik karena memperlihatkan hubungan yang semakin akrab antara dua tokoh yang pernah berpasangan pada Pilpres 2009.

Di tengah kehangatan tersebut, satu pesan yang mengemuka tetap sama: publik tidak hanya melihat kedekatan Prabowo dan Megawati, tetapi juga menunggu apakah PDIP tetap mempertahankan taring politiknya sebagai pengawas kekuasaan.


Penulis: Aldiansyah

Editor: Noval Abraham

Pilihan Redaksi

Trending Hari Ini