BREAKING NEWS

PHRI Banten: Libur Idul Adha Dongkrak Hunian Hotel, Okupansi Anyer Sentuh 95 Persen

Ketua PHRI Banten Ashok Kumar menyebut tingkat hunian hotel di kawasan wisata Anyer dan Carita mencapai hingga 95 persen selama libur panjang Idul Adha 1447 H.

BANTEN, BBITerkini - Libur panjang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah menjadi berkah bagi industri perhotelan di Provinsi Banten. Tingkat hunian hotel melonjak hingga menembus 80 persen, sementara sejumlah hotel di kawasan wisata Anyer dan Carita mencatat okupansi mencapai 95 persen.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Banten, Ashok Kumar, mengatakan lonjakan kunjungan wisatawan selama long weekend Idul Adha memberikan dampak positif bagi sektor pariwisata dan perhotelan di daerah.

“Okupansi hotel di kawasan pesisir Anyer rata-rata mencapai 85 hingga 95 persen. Secara keseluruhan tingkat hunian hotel di Banten berada di atas 80 persen,” ujar Ashok, Senin (1/6/2026).

Menurutnya, tingginya okupansi tersebut menunjukkan minat masyarakat untuk berwisata masih sangat kuat. Destinasi pantai di Banten tetap menjadi pilihan utama wisatawan saat musim liburan.

Meski demikian, Ashok menilai tantangan terbesar sektor perhotelan saat ini bukan lagi akhir pekan atau musim liburan, melainkan menjaga tingkat hunian pada hari kerja atau weekdays.

Ia menjelaskan, selama ini aktivitas MICE (Meeting, Incentive, Convention and Exhibition) serta kegiatan pemerintahan menjadi salah satu penopang okupansi hotel di luar musim liburan. Namun kebijakan efisiensi anggaran pemerintah berdampak langsung terhadap pasar tersebut.

PHRI Banten mendorong pemerintah daerah maupun pemerintah provinsi untuk memperkuat promosi pariwisata, memperbanyak event dan atraksi wisata, serta mempercepat penataan kawasan destinasi unggulan.

Menurut Ashok, kawasan pesisir Anyer hingga Carita memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi destinasi wisata kelas nasional apabila didukung infrastruktur yang memadai, ruang publik yang nyaman, serta pusat aktivitas wisata yang hidup hingga malam hari.

Selain itu, investasi di sektor perhotelan juga dinilai masih menunjukkan tren positif. Sejumlah jaringan hotel nasional dan internasional terus melirik Banten sebagai kawasan yang menjanjikan untuk pengembangan bisnis pariwisata.

“Peluang investasi perhotelan masih sangat terbuka. Banten memiliki daya tarik yang kuat dan menjadi salah satu magnet investasi sektor pariwisata di Indonesia,” ujarnya.

Ashok menegaskan industri perhotelan memiliki dampak ekonomi yang luas karena melibatkan ratusan sektor pendukung, mulai dari UMKM, pertanian, perikanan, transportasi hingga berbagai usaha jasa lainnya.

Menutup pernyataannya, ia mengimbau para pelaku usaha hotel untuk menjaga iklim bisnis yang sehat dengan menghindari perang tarif yang dapat merugikan industri dalam jangka panjang.

“Pariwisata adalah sektor yang berkelanjutan. Dengan pengelolaan yang baik, manfaatnya akan terus dirasakan masyarakat dan menjadi kekuatan ekonomi daerah di masa depan,” tutup Ashok.


Penulis: David Nababan

Editor: Redaksi BBI

Pilihan Redaksi

Trending Hari Ini