Trump-Xi Sepakat Selat Hormuz Tetap Terbuka, Xi Ingatkan Risiko Konflik Taiwan
| Trump dan Xi Jinping membahas keamanan Selat Hormuz, nuklir Iran, perdagangan hingga ketegangan Taiwan dalam pertemuan penting di Beijing. |
BEIJING, bbiterkini – Di tengah hubungan China-AS yang masih dibayangi rivalitas geopolitik, Presiden China Xi Jinping dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali duduk satu meja membahas sejumlah isu strategis global.
Dalam pertemuan bilateral di Beijing, Kamis, kedua pemimpin membicarakan berbagai persoalan penting mulai dari keamanan jalur energi dunia di Selat Hormuz, hubungan dagang, investasi, hingga isu sensitif seperti Iran dan Taiwan.
Mengutip laporan Anadolu Agency, yang merujuk pada keterangan resmi Gedung Putih dan laporan NBC News, pertemuan Trump dan Xi berlangsung dalam suasana konstruktif dengan fokus pada penguatan kerja sama ekonomi dan stabilitas kawasan.
“Presiden Trump mengadakan pertemuan yang baik dengan Presiden Xi dari China,” kata seorang pejabat Gedung Putih seperti dikutip Anadolu, Kamis.
Salah satu poin paling menyita perhatian adalah kesepakatan kedua negara untuk menjaga Selat Hormuz tetap terbuka. Jalur pelayaran strategis di Timur Tengah tersebut memiliki peran penting dalam menjaga kelancaran distribusi energi global.
Kesepakatan itu muncul di tengah meningkatnya perhatian dunia terhadap stabilitas kawasan Timur Tengah yang berpotensi memengaruhi pasokan energi internasional.
Masih menurut keterangan Gedung Putih yang dikutip Anadolu, Xi Jinping juga menegaskan sikap China yang menolak militerisasi Selat Hormuz maupun pengenaan tarif terhadap pihak yang menggunakan jalur strategis tersebut.
“Presiden Xi juga menegaskan penolakan China terhadap militerisasi Selat Hormuz dan setiap upaya mengenakan tarif atas penggunaannya,” ujar pejabat Gedung Putih.
Tak hanya soal energi, Beijing juga disebut membuka peluang meningkatkan pembelian minyak dari Amerika Serikat sebagai bagian dari diversifikasi pasokan energi China di masa mendatang.
Washington dan Beijing juga memiliki posisi yang sama terkait Iran. Gedung Putih menyebut Trump dan Xi sepakat bahwa Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir.
Selain itu, kedua pemimpin turut membahas upaya penghentian aliran prekursor fentanyl ke Amerika Serikat serta peningkatan pembelian produk pertanian AS oleh China dua isu yang selama ini menjadi bagian penting dalam hubungan China-AS.
Namun diplomasi di Beijing tidak menghapus satu persoalan lama yang terus membayangi hubungan kedua negara: Taiwan.
Kantor berita resmi China Xinhua, sebagaimana dikutip Anadolu Agency, melaporkan Xi Jinping mengingatkan hubungan China-Amerika Serikat dapat mengalami “benturan bahkan konflik” apabila isu Taiwan tidak ditangani secara hati-hati.
Bagi Beijing, Taiwan tetap menjadi isu sensitif yang dipandang berkaitan dengan kedaulatan nasional. Sementara Amerika Serikat selama ini mempertahankan dukungan strategis terhadap pulau tersebut, menjadikannya salah satu titik paling krusial dalam hubungan China-AS.
Xi juga menegaskan hubungan ekonomi kedua negara pada dasarnya bersifat saling menguntungkan dan perlu dijaga tetap stabil demi kepentingan global.
Pertemuan Trump-Xi di Beijing kali ini memperlihatkan bahwa di tengah rivalitas yang belum mereda, Washington dan Beijing tetap berupaya menjaga jalur komunikasi terbuka ketika stabilitas ekonomi dan keamanan global menjadi taruhan.
Sumber: Anadolu Agency, mengutip Gedung Putih, NBC News, dan Xinhua.
Penulis: Noval Abraham
Editor: Redaksi BBI
Posting Komentar untuk "Trump-Xi Sepakat Selat Hormuz Tetap Terbuka, Xi Ingatkan Risiko Konflik Taiwan"