Kapal China Mulai Tembus Selat Hormuz, Trump dan Xi Bahas Pembukaan Jalur Energi Global

Sedikitnya empat kapal terkait China melintasi koridor “aman” Iran di Selat Hormuz saat diplomasi hubungan China-AS memanas di tengah perang Iran.

BEIJING, bbiterkini – Sejumlah kapal tanker dan kargo yang terkait dengan China mulai kembali melintasi Selat Hormuz melalui koridor pelayaran “aman” yang dikendalikan Iran dalam 24 jam terakhir. Pergerakan itu terjadi di tengah kunjungan Presiden Amerika Serikat Donald Trump ke Beijing untuk membahas perang Iran sekaligus pembukaan kembali jalur energi strategis dunia tersebut.

Berdasarkan data platform pelacakan kapal MarineTraffic pada Rabu, kapal tanker minyak berbendera China Yuan Hua Hu terpantau melintasi Selat Hormuz melalui jalur di selatan Pulau Larak, wilayah strategis yang berada di bawah pengawasan Iran.

Data Automatic Identification System (AIS) kapal itu menampilkan informasi tujuan pelayaran dengan keterangan “pemilik dan awak China”, menandakan keterkaitan operasional kapal dengan entitas asal Negeri Tirai Bambu.

Kapal Yuan Hua Hu diketahui dimiliki oleh perusahaan pelayaran raksasa berbasis Shanghai, China COSCO Shipping Corporation, salah satu operator logistik laut terbesar di dunia.

Rute yang dilalui kapal tersebut merupakan bagian dari skema koridor pelayaran berbasis izin yang oleh Iran disebut sebagai jalur “aman” di Selat Hormuz. Sistem ini diterapkan Teheran sejak eskalasi konflik kawasan meningkat dan akses pelayaran internasional mengalami pembatasan ketat.

Tak hanya satu kapal, analisis data pelayaran menunjukkan sedikitnya empat kapal terkait China menggunakan koridor yang sama sejak Selasa hingga Rabu.

Kapal tanker minyak dan kimia Starway dilaporkan melintas dari perairan Oman menuju wilayah utara Uni Emirat Arab melalui rute serupa. Sementara kapal tanker Deepblue, yang dilaporkan dimiliki perusahaan berbasis Shanghai, bergerak ke arah berlawanan dari barat menuju timur.

Di saat yang sama, kapal pengangkut kendaraan Xian Jiang Kou juga tercatat melintasi Selat Hormuz menggunakan jalur pelayaran Iran di selatan Pulau Larak. Kapal tersebut sebelumnya berangkat dari Arab Saudi pada 16 Maret dan sempat bertahan di kawasan Teluk Persia sebelum kembali bergerak.

AIS kapal itu mencantumkan tujuan pelayaran dengan keterangan “kapal dan awak China”, mempertegas keterkaitan operasional armada dengan perusahaan maupun kepentingan pelayaran asal China.

Perlintasan kapal-kapal itu berlangsung saat Trump menjalani kunjungan kenegaraan ke China yang sempat tertunda sekitar enam pekan akibat eskalasi perang antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran.

Dalam pertemuannya dengan Presiden China Xi Jinping, Trump diperkirakan akan membahas dukungan Beijing terhadap upaya meredakan konflik, termasuk kemungkinan membuka kembali Selat Hormuz bagi lalu lintas komersial internasional. Hubungan China-AS dalam isu Iran dipandang menjadi salah satu faktor penting dalam stabilitas jalur energi global.

Selat Hormuz selama ini menjadi salah satu urat nadi perdagangan energi dunia. Hampir seperlima pasokan minyak global melintasi jalur sempit tersebut setiap hari. Gangguan di kawasan itu kerap memicu lonjakan harga energi serta mengganggu rantai logistik internasional.

Di tengah perang yang belum mereda dan ketidakpastian geopolitik kawasan, kemunculan kapal-kapal terkait China di Selat Hormuz menjadi sinyal awal bahwa jalur energi dunia perlahan bergerak kembali—meski tetap berada di bawah kontrol ketat Iran.


Sumber: MarineTraffic, data AIS kapal, Anadolu Agency


Penulis: Noval Abraham 

Editor: Redaksi BBI 

Posting Komentar untuk "Kapal China Mulai Tembus Selat Hormuz, Trump dan Xi Bahas Pembukaan Jalur Energi Global"