Putri Driver Ojol Penyandang Disabilitas di Gresik Lolos ITS, Bukti Keterbatasan Tak Halangi Prestasi
![]() |
| Anak driver ojol penyandang disabilitas di Gresik berhasil lolos ITS Surabaya. |
GRESIK, BBITerkini – Di tengah keterbatasan fisik dan kondisi ekonomi keluarga, Cherry Elzena Nasywa Santoso membuktikan bahwa mimpi tidak mengenal batas. Putri dari Basuki Santoso, seorang pengemudi ojek online (ojol) di Gresik, Jawa Timur, itu berhasil lolos ke Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya melalui jalur Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK).
Cherry diterima di Program Studi Kimia, sebuah pencapaian yang membanggakan mengingat ketatnya persaingan masuk perguruan tinggi negeri. ITS sendiri dikenal sebagai salah satu perguruan tinggi teknologi terbaik di Indonesia yang setiap tahun menjadi tujuan ribuan peserta seleksi nasional.
Keberhasilan tersebut tidak diraih dengan mudah. Sejak kecil, Cherry hidup sebagai penyandang disabilitas. Kedua kakinya memiliki panjang yang berbeda, sementara jari-jari kakinya tidak lengkap. Namun kondisi itu tidak pernah mengurangi semangatnya untuk belajar dan mengejar cita-cita.
Di balik pencapaian tersebut, ada sosok ayah yang terus bekerja keras demi masa depan putrinya. Basuki Santoso sehari-hari mencari nafkah sebagai pengemudi ojol, mengantar penumpang dan pesanan demi memenuhi kebutuhan keluarga sekaligus mendukung pendidikan anaknya.
Bagi keluarga ini, pendidikan bukan sekadar tentang memperoleh gelar, melainkan jalan untuk membuka masa depan yang lebih baik. Karena itu, berbagai keterbatasan yang mereka hadapi tidak pernah menjadi alasan untuk berhenti berusaha.
Lolos ke ITS melalui jalur UTBK menjadi bukti bahwa keterbatasan fisik maupun ekonomi bukanlah penghalang untuk meraih prestasi. Di tengah persaingan yang ketat, Cherry mampu menunjukkan bahwa kerja keras, disiplin, dan ketekunan dapat mengantarkan seseorang menuju impiannya.
Meski telah berhasil mengamankan kursi di kampus impian, tantangan baru kini menanti. Basuki harus memikirkan biaya pendidikan agar putrinya dapat menjalani perkuliahan hingga menyelesaikan studi.
Namun, keluarga ini memilih untuk tetap optimistis. Mereka percaya bahwa setiap ikhtiar yang dilakukan dengan sungguh-sungguh akan menemukan jalannya.
"Kalau Allah mengizinkan Cherry lolos UTBK dan diterima di ITS, kami yakin Allah juga akan membuka jalan untuk pembiayaannya," ujar Basuki penuh keyakinan.
Baginya, keberhasilan sang putri diterima di ITS bukan sekadar pencapaian akademik. Itu adalah bukti bahwa keterbatasan tidak selalu menentukan masa depan seseorang.
Dari jalanan tempat sang ayah mencari nafkah hingga gerbang kampus impian yang kini terbuka, kisah Cherry Elzena menjadi pengingat bahwa mimpi dapat diraih oleh siapa saja yang berani berjuang. Di balik setiap keterbatasan, selalu ada harapan yang menunggu untuk diwujudkan.
Penulis: Reno
Editor: Redaksi BBI
