Jelajahi

Kategori
Best Viral Premium Blogger TemplatesPremium By Raushan Design With Shroff Templates

Iran Murka atas Draf Resolusi AS soal Selat Hormuz, Tuding Washington Putarbalikkan Fakta

Redaksi
Selasa, 12 Mei 2026
Last Updated 2026-05-12T12:18:52Z
Premium By Raushan Design With Shroff Templates
Ilustrasi. Ketegangan Iran dan Amerika Serikat di Selat Hormuz kembali memanas, memicu kekhawatiran dunia terhadap ancaman krisis energi global dan eskalasi konflik kawasan.


TEHERAN, bbiterkini – Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali memanas setelah Iran melontarkan kecaman keras terhadap langkah Amerika Serikat (AS) yang disebut tengah mendorong draf resolusi di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) terkait situasi di Selat Hormuz.


Pemerintah Iran menilai langkah Washington bukan sekadar upaya diplomatik internasional, melainkan bagian dari manuver politik untuk membentuk opini global mengenai konflik di kawasan strategis tersebut.


Mengutip laporan media pemerintah Iran, Press TV, Selasa (12/5/2026), Wakil Menteri Luar Negeri Iran Urusan Hukum dan Internasional, Kazem Gharibabadi, menuding AS bersama sejumlah sekutunya berupaya menggeser fokus persoalan dan membingkai Iran sebagai pihak yang mengancam stabilitas kawasan.


Dalam pernyataan yang diunggah melalui akun X resminya pada Senin (11/5) malam waktu setempat, Gharibabadi menyebut draf resolusi yang diusulkan Washington dinilai mencoba “mengubah arah isu” dari akar konflik yang sebenarnya.


“AS bersama sejumlah pihak kembali mencoba mengubah perspektif persoalan,” kata Gharibabadi seperti dikutip Press TV Iran.


Menurut Teheran, Iran justru selama ini menghadapi tekanan diplomatik, ancaman keamanan, hingga berbagai bentuk eskalasi militer di tengah meningkatnya ketegangan regional.


Iran juga menolak narasi internasional yang hanya menyoroti isu kebebasan navigasi di Selat Hormuz tanpa melihat konteks konflik yang lebih luas di Timur Tengah.


Dalam pandangan pemerintah Iran, prinsip kebebasan pelayaran internasional memang harus dihormati, tetapi tidak boleh digunakan secara selektif maupun dijadikan alat politik untuk menekan negara tertentu.


“Kebebasan navigasi adalah prinsip hukum yang dihormati, tetapi tidak dapat ditafsirkan secara selektif, politis, dan terlepas dari Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa,” tegas Gharibabadi.


Teheran juga menyindir pihak-pihak yang menyerukan keamanan maritim namun dinilai mengabaikan penggunaan kekuatan militer, ancaman blokade laut, hingga keterlibatan aktor eksternal yang dianggap memperkeruh situasi kawasan.


Bagi Iran, isu Selat Hormuz bukan semata menyangkut jalur pelayaran internasional, melainkan bagian dari pertarungan pengaruh geopolitik yang kini ikut dimainkan melalui forum-forum internasional, termasuk Dewan Keamanan PBB.


Selat Hormuz sendiri merupakan salah satu jalur laut paling strategis di dunia. Sebagian besar distribusi minyak global dari kawasan Timur Tengah melintasi perairan sempit tersebut, sehingga setiap peningkatan ketegangan hampir selalu memicu kekhawatiran pasar energi internasional.


Iran memperingatkan bahwa pendekatan yang dinilai sarat kepentingan politik justru berpotensi memperburuk situasi dan menghambat upaya de-eskalasi di kawasan.


“Pendekatan seperti itu tidak berkontribusi pada de-eskalasi, keamanan maritim, maupun kredibilitas mekanisme multilateral,” tandas Gharibabadi.


Ketegangan di Selat Hormuz sendiri terus menjadi perhatian dunia karena kawasan itu memegang peran vital dalam rantai distribusi energi global. Sedikit saja eskalasi terjadi, dampaknya dapat langsung memengaruhi harga minyak dunia dan stabilitas keamanan kawasan Timur Tengah.


Penulis: Noval Abraham 

Editor: Redaksi 

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Stars Rally to Beat Predators in Winter Classic at Cotton Bowl

Tag Terpopuler

Iklan