![]() |
| Pemerintah Provinsi Banten mendorong Himpunan Pengusaha Muda Indonesia atau HIPMI Banten tampil lebih agresif mencetak generasi wirausaha muda baru |
SERANG, bbiterkini – Pemerintah Provinsi Banten mendorong Himpunan Pengusaha Muda Indonesia atau HIPMI Banten tampil lebih agresif mencetak generasi wirausaha muda baru di tengah pertumbuhan ekonomi daerah yang terus meningkat pada 2026.
Dorongan itu disampaikan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Banten, Iwan Hermawan mewakili Wakil Gubernur Banten Dimyati Natakusumah saat membuka Rapat Kerja Daerah (Rakerda), Pendidikan dan Pelatihan Daerah serta Forum Bisnis Daerah HIPMI di Horison Ultima Ratu, Jumat (8/5/2026).
Menurut Iwan, HIPMI tidak boleh hanya menjadi organisasi pengusaha semata, tetapi harus mampu menjadi motor penggerak ekonomi daerah sekaligus rumah besar lahirnya pengusaha muda baru di Banten.
“Melalui Rakerda ini, saya berharap lahir program-program nyata yang berdampak dan membuka peluang kerja sama produktif serta berkelanjutan,” ujarnya.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), ekonomi Provinsi Banten pada Triwulan I Tahun 2026 tumbuh sebesar 5,64 persen. Angka tersebut dinilai menjadi sinyal kuat bahwa sektor ekonomi daerah masih bergerak positif di tengah tantangan nasional.
Sektor pertanian, kehutanan dan perikanan menjadi penyumbang pertumbuhan tertinggi mencapai 17,88 persen dengan kontribusi Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) sebesar Rp17,59 triliun. Sementara sektor industri pengolahan tumbuh 3,69 persen dengan kontribusi Rp74,20 triliun.
“Ini membuktikan sektor pertanian tetap menjadi fondasi penting ekonomi Banten di tengah derasnya industrialisasi dan digitalisasi,” kata Iwan.
Namun di balik pertumbuhan itu, Pemprov Banten menyoroti masih minimnya jumlah petani milenial. Berdasarkan hasil Sensus Pertanian, jumlah petani muda di Banten baru mencapai 46.561 orang atau sekitar 7,64 persen dari total petani.
Kondisi tersebut dinilai menjadi alarm serius bagi regenerasi sektor pertanian di Banten. Karena itu, HIPMI didorong ikut membuka jalan bagi anak muda untuk masuk ke dunia agribisnis modern berbasis teknologi.
Menurut Iwan, peluang bisnis di sektor agribisnis masih sangat terbuka luas, mulai dari produksi, pengolahan, distribusi hingga pemasaran digital berbasis smart farming.
“Anak muda Banten harus berani masuk ke sektor agribisnis modern, membangun rantai pasok pangan yang efisien, mengolah hasil pertanian menjadi produk bernilai tambah dan memanfaatkan platform digital untuk memperluas pasar,” tegasnya.
Pemprov Banten berharap HIPMI mampu melahirkan lebih banyak pengusaha muda yang tidak hanya menciptakan keuntungan bisnis, tetapi juga membuka lapangan kerja baru dan memperkuat ekonomi daerah berbasis inovasi.
Penulis: David Nababan
Editor: Redaksi BBI


