Jelajahi

Kategori
Best Viral Premium Blogger TemplatesPremium By Raushan Design With Shroff Templates

BPD dan BNN RI Perkuat Perang Lawan Narkoba hingga Pelosok Desa

Redaksi
Kamis, 07 Mei 2026
Last Updated 2026-05-07T12:58:44Z
Premium By Raushan Design With Shroff Templates
masukkan script iklan disini
Mentri Desa Yandri Susanto dan BNN RI Sekretaris Utama Tatan Sulistyana Ajak BPD Perangi Narkoba di Desa-desa 


JAKARTA, bbiterkini – Ancaman narkoba yang terus merambah hingga ke pelosok desa menjadi perhatian serius berbagai pihak. Momentum Dies Natalis ke-27 Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dimanfaatkan untuk memperkuat komitmen bersama dalam memerangi penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika di lingkungan pedesaan.


Peringatan yang digelar Persatuan Anggota BPD Seluruh Indonesia (PABSI) di Auditorium Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Kalibata, Jakarta Selatan, Kamis (7/5/2026), menjadi panggung konsolidasi nasional antara BPD, pemerintah, dan Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (BNN RI) dalam memperkuat program Desa Bersinar (Bersih Narkoba).


Mewakili Kepala BNN RI, Sekretaris Utama BNN RI, Tantan Sulistyana, menegaskan bahwa BPD memiliki peran strategis sebagai garda terdepan dalam menjaga ketahanan sosial masyarakat desa dari ancaman narkotika.


Menurutnya, pola peredaran narkoba kini semakin kompleks dan tidak lagi hanya menyasar wilayah perkotaan. Jaringan narkotika mulai menyusup ke wilayah pedesaan dengan memanfaatkan lemahnya pengawasan serta minimnya edukasi masyarakat.


“Dengan melihat kompleksitas ancaman narkoba yang makin menyusup ke berbagai lini, termasuk ke pelosok desa, BPD memiliki peran yang sangat vital. BPD diharapkan menjadi mitra strategis pemerintah desa dalam mendukung penuh program Desa Bersinar yang diusung BNN,” ujar Tantan Sulistyana.


Ia menekankan, seluruh anggota BPD harus aktif menjadi penggerak pencegahan narkoba, mulai dari edukasi masyarakat, penguatan pengawasan lingkungan, hingga mendorong kolaborasi lintas sektor di tingkat desa.


Tantan juga mengingatkan bahwa pembiaran terhadap penyalahgunaan narkoba dapat memicu kerusakan sosial yang lebih luas dan mengancam masa depan generasi muda di pedesaan.


“Kita harus memastikan setiap anggota BPD menjadi pendukung dan penguat pelaksanaan program ini. Jangan sampai ada anggota BPD yang justru menjadi penghambat berjalannya program Desa Bersinar,” tegasnya.


Sementara itu, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Yandri Susanto, menilai penguatan ketahanan desa menjadi langkah krusial untuk membendung laju penyebaran narkoba yang kini semakin mengkhawatirkan.


Menurutnya, desa tidak boleh lagi dipandang hanya sebagai objek pembangunan, melainkan harus menjadi benteng utama dalam menjaga kualitas generasi bangsa dari ancaman narkotika.


“Narkoba saat ini sudah menyasar hingga ke desa-desa. Maka kita harus membangun pertahanan dari desa, termasuk melalui peran BPD, karena persoalan narkoba adalah pekerjaan rumah kita bersama,” kata Yandri.


Sinergi antara BNN RI, pemerintah daerah, dan BPD diharapkan mampu memperkuat upaya pencegahan narkoba secara masif dan berkelanjutan. Melalui program Desa Bersinar, pemerintah ingin membangun lingkungan pedesaan yang aman, sehat, produktif, dan terbebas dari ancaman narkotika.


Dies Natalis ke-27 BPD pun bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan menjadi penegasan bahwa perang melawan narkoba harus dimulai dari akar rumput — dari desa untuk menyelamatkan masa depan bangsa.



Penulis: David Nababan

Editor: Redaksi BBI 

iklan
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Stars Rally to Beat Predators in Winter Classic at Cotton Bowl

Tag Terpopuler

Iklan