Blackout Sumatera, PLN Butuh Hingga 15 Jam Pulihkan Sistem Listrik

Gangguan transmisi di Jambi picu efek domino hingga pembangkit listrik di Sumatera padam massal.

JAKARTA, bbiterkini – PT PLN (Persero) mengungkap proses pemulihan sistem kelistrikan di Sumatera membutuhkan waktu hingga 15 jam setelah gangguan transmisi memicu pemadaman massal di sejumlah wilayah.

Direktur Utama Darmawan Prasodjo mengatakan, pembangkit listrik berbasis energi hidro dan gas menjadi prioritas utama untuk dinyalakan kembali karena proses pemulihannya lebih cepat dibanding pembangkit batu bara.

“Dalam hal ini berkisar antara 5 sampai 15 jam,” kata Darmawan, Sabtu (23/5/2026).

Menurutnya, proses pemulihan sistem kelistrikan tidak bisa dilakukan secara instan. Setiap pembangkit harus dihidupkan kembali secara bertahap sebelum disambungkan dan disinkronkan ke jaringan listrik Sumatera.

PLN saat ini memfokuskan pemulihan pada pembangkit listrik tenaga air (PLTA) dan pembangkit listrik tenaga gas (PLTG). Sementara pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) berbahan bakar batu bara membutuhkan waktu lebih lama untuk kembali beroperasi.

“PLTU batu bara harus dipanaskan terlebih dahulu, lalu dinyalakan satu per satu sebelum disambungkan ke sistem,” ujarnya.

Gangguan listrik massal tersebut disebut dipicu kerusakan jaringan transmisi di wilayah Jambi yang kemudian menimbulkan efek domino ke sistem kelistrikan Sumatera.

Akibat gangguan itu, sejumlah wilayah mengalami over supply atau kelebihan pasokan listrik yang menyebabkan frekuensi dan tegangan naik drastis. Sistem proteksi otomatis kemudian bekerja dengan memutus sejumlah pembangkit dari jaringan demi mencegah kerusakan lebih besar.

“Pembangkit otomatis keluar dari sistem atau padam untuk melindungi peralatan,” tutur Darmawan.

Pemadaman yang terjadi sejak Jumat malam sekitar pukul 18.44 WIB sempat mengganggu aktivitas masyarakat di sejumlah daerah. Beberapa wilayah dilaporkan mengalami lumpuhnya penerangan hingga gangguan layanan publik akibat terputusnya pasokan listrik.

PLN mengaku telah mengerahkan seluruh personel dan sumber daya untuk mempercepat pemulihan jaringan. Hingga Sabtu siang, sejumlah wilayah di Sumatera bagian selatan, tengah, hingga utara mulai kembali mendapatkan aliran listrik secara bertahap, termasuk wilayah Sumatera Utara dan Aceh.

“Dari kondisi padam total, kini mulai muncul titik-titik di mana listrik sudah kembali menyala,” ucapnya.

Meski demikian, PLN masih berjibaku menormalkan seluruh sistem kelistrikan Sumatera, terutama untuk memastikan seluruh pembangkit batu bara dapat kembali beroperasi dan tersinkronisasi penuh dengan jaringan utama.


Penulis: Elfan

Editor: Noval Abraham 

Pilihan Redaksi

Trending Hari Ini

Tags