![]() |
| Ilustrasi Pecat Oknum Pegawai Kominfo Kabupaten Serang /AI |
SERANG, bbiterkini – Dugaan tindakan tidak profesional kembali mencoreng citra Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Serang. Seorang oknum pegawai berinisial A disebut-sebut sengaja menyebarkan narasi yang memicu konflik di kalangan wartawan, hingga menimbulkan kegaduhan di grup komunikasi internal, Selasa (14/04/2026).
Informasi yang dihimpun dari sumber internal, David, menyebutkan bahwa narasi yang disebarkan oknum tersebut dinilai tidak tepat sasaran dan cenderung memelintir fakta. Alih-alih meredam situasi, pesan yang beredar justru memperkeruh hubungan antar jurnalis yang selama ini menjalin sinergi dengan pemerintah daerah.
“Isi pesannya bukan klarifikasi yang menenangkan, malah seperti sengaja mengadu domba. Ini sangat disayangkan,” ujar David.
Kegaduhan tersebut memicu reaksi keras dari sejumlah wartawan. Mereka menilai tindakan oknum Diskominfo itu tidak mencerminkan fungsi kehumasan yang seharusnya menjadi jembatan komunikasi, bukan sumber konflik.
Sejumlah jurnalis bahkan secara tegas meminta agar pimpinan Diskominfo Kabupaten Serang segera mengambil langkah tegas. Mereka mendesak agar oknum berinisial A diperiksa secara menyeluruh dan, bila terbukti bersalah, segera dicopot dari jabatannya.
“Kalau dibiarkan, ini bisa merusak hubungan antara pemerintah dan insan pers. Harus ada tindakan tegas, bahkan jika perlu pecat,” tegas salah satu wartawan yang enggan disebutkan namanya.
Situasi ini dinilai berpotensi menurunkan kepercayaan publik terhadap kinerja Diskominfo sebagai lembaga yang seharusnya menjadi pusat informasi yang transparan dan akuntabel.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada klarifikasi resmi dari pihak Diskominfo Kabupaten Serang terkait dugaan tersebut. Namun, tekanan dari kalangan wartawan terus menguat agar kasus ini tidak dibiarkan tanpa penyelesaian yang jelas.
Kasus ini menjadi pengingat bahwa peran komunikasi publik harus dijalankan secara profesional, berimbang, dan tidak memicu konflik, terlebih di tengah kebutuhan akan informasi yang akurat dan terpercaya.(/*red).
