-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Iran Ancam Tenggelamkan Kapal Perang AS di Selat Hormuz

Kamis, 16 April 2026 | 22.55.00 WIB Last Updated 2026-04-16T15:55:54Z
Foto ilustrasi: Perairan Selat Hormuz. 


JAKARTA, bbiterkini.com - Penasihat Militer Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei memperingatkan bahwa Teheran akan menenggelamkan kapal-kapal Amerika Serikat (AS) di Selat Hormuz, jika Washington memutuskan untuk "mengatur" jalur pelayaran utama untuk pasokan energi global tersebut. 


Diketahui, AS, atas perintah Presiden Donald Trump, memberlakukan blokade militer terhadap perairan di sekitar Selat Hormuz, setelah Iran memblokir pelayaran di jalur perairan strategis tersebut selama enam minggu perang berkecamuk, yang diwarnai pemberlakuan gencatan senjata dua minggu yang rapuh. 


"Tuan Trump ingin menjadi Polisi di Selat Hormuz. Apakah ini benar-benar tugas Anda? Apakah ini tugas tentara yang kuat seperti AS?" kata Mohsen Rezaei, mantan Panglima Tertinggi Garda Revolusi Iran, yang ditunjuk sebagai penasihat militer oleh Mojtaba bulan lalu, seperti dilansir AFP, Kamis, 16 April 2026. 


"Kapal-kapal Anda ini akan ditenggelamkan oleh rudal-rudal pertama kami dan telah menciptakan bahaya besar bagi militer AS. Mereka pasti dapat terkena rudal-rudal kami dan kami dapat menghancurkan mereka," kata Rezaei dalam pernyataan kepada televisi pemerintah Iran, pada Rabu, 15 April 2026. 


Rezaei yang sejak lama dianggap sebagai tokoh garis keras Iran, bahkan di dalam Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengatakan bahwa akan "hebat" jika AS melancarkan invasi darat ke Iran karena "kita akan menyandera ribuan orang dan untuk setiap sandera, kita akan mendapatkan US$ 1 miliar". 


Tanpa memberikan detail lebih lanjut, dia menyatakan: "Saya sama sekali tidak mendukung perpanjangan gencatan senjata dan ini adalah pandangan pribadi." 


Sebagai veteran dan tokoh terkemuka di Iran, Rezaei memimpin IRGC periode tahun 1981 hingga tahun 1997 silam. 


AS memberlakukan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran di kawasan tersebut sejak awal pekan ini, dalam upaya menekan Teheran untuk membuka kembali Selat Hormuz dan kembali ke meja perundingan. 


Trump memerintahkan blokade tersebut setelah gagalnya perundingan damai antara AS dan Iran di Islamabad, Pakistan, pada akhir pekan lalu. 


Perundingan itu awalnya dimaksudkan untuk memfinalisasi gencatan senjata antara Washington dan Teheran. 


Namun penolakan Iran untuk meninggalkan ambisi nuklir dan perselisihan kedua negara soal pengayaan uranium Teheran menghambat tercapainya kesepakatan. 


Pekan ini, militer AS menegaskan bahwa blokade laut itu sepenuhnya telah menghentikan perdagangan yang masuk dan keluar dari Iran melalui jalur laut. (*/red)