BREAKING NEWS

Tanggamus Jadi Daerah Percontohan, Korea Selatan Siapkan Hibah Rp105 Miliar untuk Penguatan Mitigasi Bencana

Bupati Tanggamus Moh. Saleh Asnawi bersama delegasi STADT Korea saat kunjungan kerja terkait penyusunan master plan penanggulangan bencana di Kabupaten Tanggamus.

TANGGAMUS, BBITerkini – Kabupaten Tanggamus dipercaya menjadi daerah pertama di Indonesia yang menjadi lokasi penyusunan master plan penanggulangan bencana oleh STADT Korea. Program kerja sama internasional tersebut berpotensi menghadirkan dukungan hibah senilai 6 juta dolar Amerika Serikat atau sekitar Rp105 miliar untuk memperkuat sistem mitigasi bencana di wilayah tersebut.

Kepercayaan itu ditandai dengan kunjungan delegasi STADT Korea ke Kantor Bupati Tanggamus. Delegasi dipimpin langsung Chief Executive Officer (CEO) STADT Korea, Kim Dae Wuk, dan diterima Bupati Tanggamus Drs. H. Moh. Saleh Asnawi, M.A., M.H. bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Tanggamus.

Program yang akan berlangsung selama 10 bulan tersebut difokuskan pada penyusunan master plan kawasan rawan bencana seluas sekitar 300 hektare di Kecamatan Wonosobo dan Kecamatan Semaka.

Pemilihan dua kecamatan tersebut dinilai strategis mengingat wilayah Tanggamus memiliki kerentanan terhadap berbagai ancaman bencana, mulai dari banjir, tanah longsor, cuaca ekstrem hingga potensi bencana pesisir. Kondisi geografis yang didominasi kawasan perbukitan dan garis pantai yang panjang menjadikan upaya mitigasi bencana sebagai salah satu kebutuhan penting dalam pembangunan daerah.

Bupati Tanggamus Moh. Saleh Asnawi menyambut baik kerja sama yang terjalin antara Pemerintah Kabupaten Tanggamus dan STADT Korea. Menurutnya, kolaborasi internasional tersebut menjadi peluang besar bagi daerah untuk meningkatkan kapasitas penanggulangan bencana secara lebih terencana dan berkelanjutan.

"Kami pada prinsipnya menyambut baik dan mendukung penuh rencana kerja sama ini. Pemerintah Kabupaten Tanggamus terbuka untuk berkolaborasi dengan pihak STADT Korea. Kami berharap program ini dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan mendukung pembangunan daerah yang lebih aman dari risiko bencana," kata Saleh Asnawi.

Ia menegaskan bahwa hasil kerja sama tersebut diharapkan tidak berhenti pada dokumen perencanaan semata, tetapi mampu menjadi landasan pembangunan sistem mitigasi yang benar-benar dapat diterapkan di lapangan.

Sementara itu, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setdakab Tanggamus, Hendrawijaya Mega, menjelaskan bahwa tim STADT Korea akan melakukan serangkaian kajian, pengumpulan data, hingga pemetaan lapangan sebelum menyusun dokumen perencanaan yang komprehensif.

"Alhamdulillah hari ini kita kedatangan tamu dari STADT Korea yang didampingi tim dari Jakarta. Mereka akan melaksanakan penyusunan master plan selama kurang lebih 10 bulan terkait penanganan dan mitigasi kebencanaan di Kabupaten Tanggamus, khususnya di wilayah Wonosobo dan Semaka," ujarnya.

Menurut Hendrawijaya, nilai strategis program ini terletak pada tindak lanjut yang telah disiapkan Pemerintah Korea Selatan setelah master plan selesai disusun.

Ia mengungkapkan, Kementerian Pekerjaan Umum Korea telah menyiapkan dukungan hibah sebesar 6 juta dolar AS atau sekitar Rp105 miliar yang akan direalisasikan dalam jangka waktu tiga tahun.

"Setelah master plan selesai, dokumen tersebut akan menjadi dasar pengajuan dukungan hibah dari Pemerintah Korea. Nilainya mencapai sekitar Rp105 miliar untuk jangka waktu tiga tahun," jelasnya.

Lebih lanjut, Hendrawijaya mengungkapkan bahwa Kabupaten Tanggamus merupakan satu-satunya daerah di Indonesia yang mendapatkan program kerja sama tersebut.

"Program ini baru pertama kali dilaksanakan di Indonesia dan Kabupaten Tanggamus dipercaya menjadi lokasi pelaksanaannya. Ini tentu menjadi kebanggaan sekaligus tanggung jawab besar bagi kita semua," katanya.

Selain penyusunan master plan, kerja sama tersebut juga membuka peluang transfer pengetahuan dan pengalaman dari Korea Selatan yang dikenal memiliki sistem mitigasi bencana modern dan terintegrasi.

Sebagai bagian dari program, STADT Korea berencana mengundang tiga perwakilan Pemerintah Kabupaten Tanggamus untuk melakukan kunjungan studi ke Korea Selatan pada November 2026. Kunjungan itu akan difokuskan pada pembelajaran proyek serupa yang telah diterapkan di wilayah Jeju.

Di sisi lain, CEO STADT Korea Kim Dae Wuk berharap Pemerintah Kabupaten Tanggamus dapat memberikan dukungan penuh selama proses penyusunan master plan berlangsung, terutama dalam penyediaan data yang dibutuhkan tim teknis.

Data tersebut meliputi dokumen tata ruang, informasi kebencanaan, hingga catatan berbagai kejadian bencana yang pernah terjadi di wilayah Tanggamus. Seluruh data akan menjadi dasar analisis dalam menyusun rekomendasi kebijakan dan langkah mitigasi yang sesuai dengan kondisi daerah.

Rencananya, proses pemetaan lapangan menggunakan teknologi drone akan dimulai pada Agustus 2026. Hasil pemetaan tersebut akan digunakan untuk mengidentifikasi tingkat kerawanan kawasan dan merumuskan strategi penanganan yang lebih akurat.

Penyusunan master plan ditargetkan rampung pada Februari hingga Maret 2027. Dokumen tersebut nantinya diharapkan menjadi peta jalan pembangunan kawasan tangguh bencana di Kabupaten Tanggamus.

Dengan dimulainya kerja sama ini, Tanggamus tidak hanya menjadi daerah percontohan nasional dalam program STADT Korea, tetapi juga berpeluang menjadi model pengembangan sistem mitigasi bencana berbasis perencanaan terpadu di Indonesia. Di tengah meningkatnya ancaman bencana akibat perubahan iklim dan tekanan lingkungan, langkah tersebut menjadi investasi jangka panjang untuk melindungi masyarakat sekaligus mendukung pembangunan daerah yang lebih berkelanjutan.


Penulis: Syahbana

Editor: Noval Abraham

Pilihan Redaksi

Trending Hari Ini