Pendapatan Banten Baru 35 Persen, Bapenda Optimistis Tukin ASN Tetap Terbayar
![]() |
| Kepala Bapenda Provinsi Banten, Raden Berly Rizky Natakusumah, meminta ASN tidak terpancing isu |
SERANG, BBITerkini – Realisasi pendapatan daerah Provinsi Banten hingga awal Juni 2026 mencapai 35 persen. Meski masih di bawah target semester pertama, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Banten optimistis target pendapatan hingga akhir Juni dapat tercapai dan tunjangan kinerja (tukin) aparatur sipil negara (ASN) tetap terbayar.
Kepala Bapenda Provinsi Banten, Raden Berly Rizky Natakusumah, meminta ASN tidak terpancing isu yang berkembang terkait kemungkinan pemotongan tukin akibat belum optimalnya realisasi pendapatan daerah.
“Kami dari sisi pendapatan masih optimistis. Jadi jangan terlalu mengkhawatirkan itu. Insyaallah bisa disediakan oleh Bapenda,” kata Berly, Kamis (11/6/2026).
Ia menjelaskan, Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) menargetkan realisasi pendapatan daerah mencapai 41,5 persen hingga 30 Juni 2026. Dengan capaian saat ini sebesar 35 persen, masih terdapat selisih 6,5 persen yang harus dikejar dalam tiga pekan ke depan.
“Target sampai 30 Juni 2026 sebesar 41,5 persen. Saat ini sudah 35 persen. Artinya dalam tiga minggu ke depan kami wajib mengejar 6,5 persen lagi,” ujarnya.
Untuk mengejar target tersebut, Bapenda tidak hanya mengandalkan penerimaan dari sektor pajak daerah. Pemerintah Provinsi Banten juga mendorong optimalisasi berbagai sumber pendapatan lain yang dinilai memiliki potensi untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Menurut Berly, sejumlah aset milik Pemprov Banten yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal dapat menjadi sumber pendapatan baru apabila dikelola secara profesional melalui kerja sama dengan pihak ketiga.
“Beberapa potensi yang signifikan, khususnya di wilayah Tangerang, sangat berpeluang menghasilkan pendapatan optimal bagi PAD Banten,” katanya.
Ia mencontohkan kawasan Situ Cipondoh, Situ Gede, dan Situ Gintung yang dinilai memiliki potensi ekonomi sekaligus dapat memberikan kontribusi terhadap pendapatan daerah apabila dikelola dengan baik.
“Situ Cipondoh, Situ Gede, Situ Gintung, dan situ lainnya bisa didorong menghasilkan pendapatan. Mungkin melalui pengelolaan pihak lain yang berkontribusi terhadap pendapatan daerah,” ujarnya.
Berly menegaskan peningkatan pendapatan daerah tidak dapat dibebankan kepada satu organisasi perangkat daerah (OPD) saja. Seluruh perangkat daerah, kata dia, harus memiliki orientasi yang sama dalam menggali dan mengoptimalkan sumber-sumber pendapatan yang dimiliki pemerintah daerah.
“Tantangannya adalah membangun kolaborasi antar-OPD dengan mindset yang sama, yakni menghasilkan pendapatan optimal. Selama ini masih ada pola pikir yang belum berorientasi pada pendapatan. Itu yang terus kami dorong,” kata Berly.
Penulis: Elfan
Editor: Noval Abrahan
.webp)