Kubangan Bekas Galian C di Kasemen Telan Dua Nyawa Bocah
![]() |
| Warga melakukan pencarian terhadap korban tenggelam di kubangan bekas galian C di Kampung Angsoka Jaya, Kelurahan Kasemen, Kota Serang, Senin (15/6/2026). (Istimewa) |
SERANG, BBITerkini – Kubangan air bekas galian C di Kecamatan Kasemen, Kota Serang, kembali memakan korban jiwa. Dua bocah warga Perumahan Puri Indah Kasemen tewas tenggelam saat bermain di area bekas galian yang dipenuhi genangan air, Senin (15/6/2026) petang.
Korban diketahui berinisial RM (10) dan GB (9). Keduanya merupakan pelajar yang tinggal di Perumahan Puri Indah Kasemen. Sementara seorang anak lainnya berinisial GH (8) berhasil selamat dari peristiwa nahas tersebut.
Kapolsek Kasemen, Iptu Ahmad Nasihin, mengatakan kejadian bermula sekitar pukul 16.40 WIB saat sejumlah anak bermain di kubangan air bekas galian C yang berada di Kampung Angsoka Jaya, Kelurahan Kasemen.
Lokasi tersebut diketahui tidak jauh dari kawasan permukiman warga dan kerap menjadi tempat bermain anak-anak.
"Anak-anak Komplek Puri Indah Kasemen bermain di kubangan air Kelurahan Kasemen. Tidak lama kemudian korban selamat berinisial GH berlari pulang dan memberitahukan bahwa GB dan RM tenggelam," kata Ahmad, Selasa (16/6/2026).
Mendapat informasi tersebut, warga bersama saksi langsung menuju lokasi kejadian untuk melakukan pencarian. Sejumlah warga turun ke dalam kubangan yang cukup dalam guna mencari kedua korban.
Setelah beberapa saat dilakukan pencarian, RM dan GB berhasil ditemukan. Keduanya kemudian dievakuasi dan dilarikan ke klinik terdekat sebelum dibawa ke RSUD Drajat Prawiranegara Kota Serang.
Namun, upaya penyelamatan tidak membuahkan hasil. Tim medis menyatakan kedua korban telah meninggal dunia.
"Para korban ditemukan dan langsung dibawa ke klinik serta Rumah Sakit Drajat Prawiranegara. Setelah dilakukan pemeriksaan, dokter menyatakan kedua korban meninggal dunia," ujarnya.
Peristiwa tersebut kembali menyoroti keberadaan kubangan bekas galian yang tersebar di sejumlah wilayah Kota Serang. Bekas aktivitas galian tanah yang dibiarkan terbengkalai itu berubah menjadi genangan air cukup dalam dan berpotensi membahayakan keselamatan warga, terutama anak-anak.
Selain minim pengamanan, lokasi semacam itu sering dijadikan tempat bermain maupun berenang oleh anak-anak tanpa pengawasan orang dewasa. Kondisi tersebut meningkatkan risiko terjadinya kecelakaan serupa.
Polisi mengimbau para orang tua untuk lebih meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak-anak, terutama saat bermain di luar rumah. Masyarakat juga diminta mengingatkan anak-anak agar tidak bermain di area bekas galian, kolam terbuka, maupun lokasi lain yang memiliki risiko tinggi.
Tragedi di Kasemen menjadi pengingat bahwa kubangan bekas galian yang tidak dikelola dan diamankan dengan baik bukan hanya persoalan lingkungan, melainkan ancaman nyata bagi keselamatan masyarakat. Tanpa langkah pencegahan yang memadai, lokasi-lokasi tersebut berpotensi kembali menelan korban jiwa.
Penulis: Dahyani
Editor: Noval Abraham
