BREAKING NEWS

Dinkes Ungkap 203 Kasus HIV di Kabupaten Tangerang, Mayoritas Usia Produktif

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, Hendra Tarmizi, menyampaikan data temuan 203 kasus HIV selama Januari hingga April 2026.

TANGERANG, BBITerkini – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tangerang mengungkap sebanyak 203 kasus Human Immunodeficiency Virus (HIV) ditemukan selama periode Januari hingga April 2026. Mayoritas kasus tercatat pada kelompok usia produktif, sementara delapan kasus lainnya ditemukan pada balita yang tertular dari orang tua yang lebih dulu terinfeksi.

Data tersebut menunjukkan bahwa HIV masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat yang memerlukan perhatian serius. Kasus ditemukan di hampir seluruh wilayah Kabupaten Tangerang, dengan jumlah terbanyak berada di wilayah kerja Puskesmas Curug, Kelapa Dua, Kosambi, dan Cikupa.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, Hendra Tarmizi, mengatakan kelompok usia produktif menjadi penyumbang terbesar kasus HIV yang ditemukan selama empat bulan pertama tahun ini.

Dari total 203 kasus yang tercatat, sebanyak 167 kasus dialami warga berusia 21 hingga 55 tahun. Selain itu, terdapat 28 kasus pada kelompok remaja dan delapan kasus pada balita.

“Usia produktif paling banyak,” kata Hendra.

Menurutnya, tingginya kasus pada usia produktif dan remaja dipengaruhi oleh sejumlah faktor risiko, di antaranya penggunaan jarum suntik yang tidak steril serta perilaku seksual berisiko yang dapat meningkatkan peluang penularan HIV.

Sementara itu, kasus HIV yang ditemukan pada balita terjadi akibat penularan dari orang tua yang merupakan penderita HIV. Kondisi tersebut menjadi pengingat pentingnya deteksi dini dan pengobatan yang tepat guna mencegah penularan kepada anggota keluarga, termasuk anak.

Dinkes Kabupaten Tangerang terus mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kesadaran terhadap bahaya HIV melalui langkah pencegahan yang tepat. Masyarakat diminta menghindari penggunaan jarum suntik secara bergantian, menerapkan perilaku hidup sehat, serta melakukan pemeriksaan kesehatan apabila memiliki faktor risiko.

Selain upaya pencegahan, deteksi dini juga menjadi kunci penting dalam pengendalian HIV. Pemeriksaan sejak awal memungkinkan penderita mendapatkan penanganan lebih cepat sehingga kondisi kesehatan tetap terjaga dan risiko penularan dapat ditekan.

Hendra juga mengingatkan masyarakat yang telah terdiagnosis HIV agar disiplin menjalani pengobatan sesuai anjuran tenaga kesehatan.

“Jika terjangkit, minum obat yang teratur, agar HIV-nya tidak sampai ke tahap AIDS,” ujarnya.

Menurut Dinkes, pengobatan yang dijalani secara teratur mampu menekan perkembangan virus di dalam tubuh. Sebaliknya, jika tidak ditangani dengan baik, HIV berpotensi berkembang menjadi Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS) yang menyebabkan sistem kekebalan tubuh menurun drastis.

Pemerintah Kabupaten Tangerang terus memperkuat upaya pengendalian HIV melalui edukasi kesehatan, layanan konseling, skrining dini, serta penyediaan akses pengobatan bagi masyarakat yang membutuhkan. Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat sekaligus menekan angka penularan HIV di wilayah Kabupaten Tangerang.


Editor: Redaksi BBI

Sumber: Antara

Pilihan Redaksi

Trending Hari Ini