BGN Bongkar Ulang Data MBG, Pemerintah Kejar Akurasi Penerima hingga Tingkat Desa
JAKARTA, BBITerkini – Badan Gizi Nasional (BGN) melakukan perombakan besar terhadap basis data penerima Program Makan Bergizi Gratis (MBG) guna memastikan bantuan nutrisi pemerintah benar-benar diterima kelompok sasaran. Langkah ini dilakukan melalui integrasi data lintas kementerian dan verifikasi lapangan hingga tingkat desa dan kelurahan.
Perbaikan data tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat akurasi penyaluran Program MBG yang kini menjangkau ibu hamil, ibu menyusui, balita, santri pondok pesantren, hingga peserta didik dari jenjang PAUD sampai SMA/SMK.
Dalam proses validasi nasional tersebut, BGN menggandeng lima kementerian strategis serta Kantor Staf Presiden (KSP). Kelima kementerian yang terlibat yakni Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Kementerian Agama (Kemenag), Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga), serta Kementerian Sosial (Kemensos).
Kolaborasi lintas kementerian tersebut dilakukan untuk menyatukan berbagai sumber data pemerintah sehingga menghasilkan basis data penerima manfaat yang lebih akurat dan terintegrasi.
Wakil Kepala BGN, Sony Sonjaya, mengatakan validasi ulang dilakukan terhadap data awal yang diperoleh pada periode Mei hingga Juli 2024. Saat itu, proses pendataan masih menghadapi sejumlah keterbatasan, baik dari sisi anggaran operasional maupun jumlah personel di lapangan.
“Validasi data penerima manfaat menjadi prioritas kami agar pelaksanaan program MBG semakin tepat sasaran,” kata Sony Sonjaya dalam keterangannya di Jakarta, Senin (1/6/2026).
Menurutnya, perbaikan data tidak hanya mengandalkan sinkronisasi antarwalidata pemerintah, tetapi juga diperkuat dengan verifikasi faktual langsung di lapangan.
BGN menginstruksikan koordinasi intensif antara Koordinator Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) tingkat kecamatan dengan lurah, kepala desa, serta perangkat daerah terkait. Melalui mekanisme tersebut, pemerintah berupaya memastikan setiap data yang masuk benar-benar sesuai dengan kondisi masyarakat.
Petugas melakukan penyisiran ulang terhadap data kelompok penerima manfaat yang menjadi prioritas Program MBG. Pendataan mencakup ibu hamil, ibu menyusui, balita, santri pondok pesantren, hingga peserta didik mulai dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), sekolah dasar, sekolah menengah pertama, sampai sekolah menengah atas dan sekolah menengah kejuruan.
Langkah tersebut dinilai penting mengingat keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis sangat bergantung pada ketepatan sasaran penerima manfaat. Data yang valid menjadi fondasi utama agar anggaran negara dapat dimanfaatkan secara efektif dan tepat guna.
Selain memperkuat validasi lapangan, BGN juga mengoptimalkan pemanfaatan teknologi digital untuk meningkatkan transparansi pelaksanaan program. Sebagai bagian dari langkah tersebut, BGN meluncurkan portal validasi data penerima manfaat yang dapat diakses berbagai pemangku kepentingan di daerah.
Melalui dashboard digital tersebut, kepala sekolah, pengelola posyandu, camat, hingga kepala daerah dapat memantau perkembangan dan pergerakan data penerima manfaat secara real time. Sistem ini diharapkan mampu mempercepat pembaruan data sekaligus memperkuat pengawasan terhadap pelaksanaan program di daerah.
BGN juga membuka ruang partisipasi publik melalui saluran pengaduan resmi. Masyarakat dapat melaporkan apabila terdapat ibu hamil, ibu menyusui, balita, santri, maupun peserta didik yang belum terdata atau belum menerima layanan Program MBG.
“Selain integrasi data dari berbagai walidata, kami juga melakukan verifikasi langsung dari tingkat bawah untuk memastikan data yang digunakan benar-benar akurat,” ujar Sony.
Dengan pembaruan data secara menyeluruh dan dukungan berbagai kementerian, BGN optimistis Program Makan Bergizi Gratis akan memiliki basis data yang lebih kuat hingga unit administrasi terkecil. Pemerintah menargetkan seluruh kelompok sasaran dapat terlayani secara merata tanpa ada penerima manfaat yang terlewat.
Penulis: Aldiansyah
Editor: Noval Abraham
