Pria di Talang Padang Ditemukan Meninggal di Dalam Rumah, Polisi Pastikan Tak Ada Tanda Kekerasan
![]() |
| Korban Diduga Meninggal Akibat Sakit, Polisi Tak Temukan Tanda Kekerasan. |
TANGGAMUS, bbiterkini – Warga Dusun Kebon Kelapa, Pekon Sukarame, Kecamatan Talang Padang, Kabupaten Tanggamus, Lampung digegerkan dengan penemuan seorang pria yang ditemukan meninggal dunia di dalam rumahnya, Jumat (22/5) sore.
Korban diketahui bernama Reza Sofyandi (43), warga Pekon Negeri Agung, Kecamatan Talang Padang. Saat ditemukan, korban berada di ruang tamu rumah dalam posisi duduk dan diduga telah meninggal dunia sejak dua hari sebelumnya.
Kapolsek Talang Padang, Iptu Harunur Rasyid mengatakan, pihaknya bersama Tim Inafis Polres Tanggamus langsung mendatangi lokasi usai menerima laporan dari pihak keluarga sekitar pukul 18.20 WIB.
“Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di ruang tamu rumah dengan posisi duduk sekitar pukul 18.30 WIB,” ujar Harunur, Sabtu (23/5).
Dalam proses olah tempat kejadian perkara (TKP), polisi turut mengamankan sejumlah barang milik korban yang berada di lokasi, di antaranya satu unit telepon genggam, tripod, gelas berisi kopi, jam tangan, dan earphone.
Penemuan jasad korban bermula ketika seorang tetangga bernama Agus Zainal Yakin mencium aroma tak sedap dari arah rumah korban. Merasa curiga, saksi kemudian mengajak tetangga lainnya, Dian Susilo, untuk memeriksa kondisi rumah tersebut.
Keduanya lalu menunggu kedatangan kakak kandung korban, Yeni Sofianti, sebelum akhirnya membuka pintu rumah bersama-sama.
“Setelah pintu rumah dibuka, korban ditemukan sudah meninggal dunia di ruang tamu rumahnya,” jelas Kapolsek.
Polisi bersama tenaga medis dari Puskesmas Talang Padang selanjutnya melakukan pemeriksaan awal terhadap jenazah korban. Dari hasil pengecekan, petugas tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
Berdasarkan hasil olah TKP dan keterangan sejumlah saksi, korban diduga meninggal dunia akibat sakit.
“Korban diperkirakan telah meninggal sekitar dua hari sebelum ditemukan,” ungkapnya.
Menurut keluarga, korban sempat mengeluhkan sakit dan gejala angin duduk dua hari sebelum ditemukan meninggal dunia.
Pihak keluarga menerima peristiwa tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan visum maupun autopsi terhadap jenazah korban.
Hingga proses evakuasi selesai dilakukan, suasana duka masih menyelimuti kediaman korban. Sejumlah warga sekitar juga tampak berdatangan ke lokasi untuk melihat proses penanganan yang dilakukan petugas.
Penulis: Syahbana
Editor: Noval Abraham
