Modus Lowongan Kerja PT Lemonilo di Tangerang, Korban Setor Jutaan tapi Tak Pernah Bekerja
![]() |
| Korban setor jutaan rupiah, pekerjaan tak pernah ada. (Dok. Ilustrasi). |
TANGERANG, bbiterkini – Dugaan penipuan berkedok penyaluran tenaga kerja kembali mencuat di Kabupaten Tangerang, Banten. Sejumlah pencari kerja mengaku menjadi korban setelah dijanjikan bekerja di PT Lemonilo, namun hingga kini tak pernah diterima meski sudah menyetor uang jutaan rupiah.
Modus tersebut diduga bermula dari akun TikTok bernama “Loker Tangerang” yang aktif mengunggah informasi lowongan kerja di sejumlah perusahaan. Dari akun itu, calon pelamar diarahkan menghubungi nomor WhatsApp 0857-7324-3784.
Salah satu korban, Nuvi, mengaku tertarik setelah melihat informasi penerimaan kerja di PT Lemonilo. Namun setelah berkomunikasi melalui WhatsApp, dirinya diminta mentransfer uang Rp300 ribu dengan alasan biaya pendaftaran yayasan.
“Awalnya saya lihat lowongan di TikTok akun Loker Tangerang. Setelah chat WhatsApp, saya diminta bayar uang member Rp300 ribu,” ujar Nuvi, Sabtu (23/5/2026).
Keesokan harinya, korban diarahkan datang ke sebuah yayasan bernama PT Damai Putih Abadi di kawasan Kutabumi, Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang. Korban diminta mengenakan pakaian putih dan sepatu formal layaknya proses rekrutmen resmi.
Di lokasi tersebut, Nuvi bertemu korban lain bernama Rika yang juga dijanjikan pekerjaan di perusahaan yang sama. Keduanya kemudian menjalani pemeriksaan berkas dan pendataan oleh seseorang bernama Doni.
Namun setelah seluruh proses dijalani, korban kembali diminta menyerahkan uang sebesar Rp700 ribu dengan alasan biaya administrasi dan penempatan kerja.
Korban kemudian diarahkan ke yayasan lain bernama Yayasan Sukses Persada Mandiri (SPM) untuk mengikuti tes seleksi lanjutan. Beberapa hari setelahnya, korban kembali dijanjikan akan langsung masuk bekerja di PT Lemonilo.
Ironisnya, korban lagi-lagi diminta menyerahkan uang sebesar Rp2,5 juta dengan alasan biaya proses masuk kerja.
Namun pekerjaan yang dijanjikan tak pernah ada.
Karena percaya proses tersebut resmi, korban akhirnya mentransfer seluruh uang yang diminta. Namun saat datang ke lokasi perusahaan sesuai arahan, korban justru diminta menunggu tanpa kepastian.
“Saya sudah datang ke PT Lemonilo sesuai arahan. Tapi saya tunggu lama sekali, telepon dan WhatsApp saya tidak direspons. Bahkan saat saya tanya ke pihak perusahaan, mereka bilang tidak ada penerimaan kerja seperti itu,” ungkap Nuvi.
Korban menduga akun TikTok “Loker Tangerang” digunakan sebagai modus untuk mencari calon korban. Setelah korban tertarik dan menghubungi nomor yang dicantumkan, korban diarahkan datang ke yayasan dan diminta menyerahkan sejumlah uang dengan iming-iming langsung diterima bekerja.
Dalam kasus ini, nama yang disebut para korban adalah seseorang bernama “Reska”. Namun berdasarkan penelusuran transfer rekening dan aplikasi identifikasi kontak, identitas tersebut diduga mengarah kepada nama Tirta Hariyadi dan juga muncul nama Ahmad Zaini.
Korban juga menyebut adanya nomor DANA 0896-9746-4953 yang diduga digunakan menerima transfer dana dari para pencari kerja.
Akibat kejadian tersebut, Rika mengaku mengalami kerugian Rp700 ribu, sementara Nuvi mengalami kerugian hingga Rp3,5 juta.
Saat dikonfirmasi pada 15 Mei 2026 lalu, terduga pelaku disebut sempat mengakui menerima uang dari kedua korban untuk proses pekerjaan di PT Lemonilo yang berada di Desa Junti, Kecamatan Jawilan, Kabupaten Serang.
Bahkan, terduga pelaku sempat berjanji akan mengembalikan seluruh uang korban paling lambat Kamis, 21 Mei 2026. Namun hingga kini janji tersebut belum ditepati.
“Intinya uang dua korban itu sekitar Rp4 juta yang harus dikembalikan. Tapi sampai sekarang hanya janji-janji saja,” kata korban.
Para korban kini bersiap melaporkan kasus dugaan penipuan lowongan kerja tersebut ke Polresta Tangerang. Mereka menduga praktik serupa masih terus berjalan dengan memanfaatkan media sosial untuk menjaring calon korban baru.
Hingga kini, korban mengaku belum menerima pengembalian uang, sementara akun lowongan kerja tersebut diduga masih aktif beroperasi.
Penulis: Agus
Editor: Arohman Ali
