Jelang Idul Adha, Harga Cabai di Pasar Rau Serang Meledak hingga Rp100 Ribu

Lonjakan harga kebutuhan pokok mulai menghantui warga Kota Serang menjelang Hari Raya Idul Adha 2026. Di Pasar Induk Rau (PIR), harga cabai rawit merah kini menembus Rp100 ribu per kilogram, sementara aktivitas pasar justru cenderung lesu akibat daya beli masyarakat melemah.

SERANG, bbiterkini – Kenaikan harga sejumlah bahan pangan mulai terasa di Pasar Induk Rau (PIR) Kota Serang menjelang Idul Adha 2026. Cabai, bawang, hingga berbagai jenis sayuran mengalami kenaikan dalam beberapa pekan terakhir.

Ironisnya, lonjakan harga tersebut tidak diikuti meningkatnya aktivitas belanja masyarakat. Pedagang mengaku kondisi pasar justru lebih sepi dibanding momentum hari besar keagamaan sebelumnya.

Salah seorang pedagang sayur di Pasar Rau, Topik, mengatakan hampir seluruh komoditas sayuran dan bumbu dapur mengalami kenaikan harga.

“Sekarang hampir semua naik. Tidak ada yang murah. Padahal stok barang sebenarnya banyak,” kata Topik, Senin (18/5/2026).

Menurutnya, masyarakat kini lebih selektif berbelanja karena harga kebutuhan pokok terus merangkak naik. Kondisi itu membuat pedagang mulai membatasi pengambilan stok agar tidak mengalami kerugian akibat barang menumpuk.

“Harga naik terus, tapi pembeli malah makin sedikit. Pedagang sekarang takut stok numpuk,” ujarnya.

Cabai Rawit Merah Paling Mahal

Topik menjelaskan, cabai rawit merah menjadi komoditas dengan kenaikan tertinggi. Saat ini harga cabai rawit merah mencapai Rp100 ribu per kilogram.

Sementara bawang merah naik menjadi Rp50 ribu per kilogram dari sebelumnya sekitar Rp40 ribu. Untuk cabai merah besar, cabai merah keriting, dan cabai rawit hijau kini dijual Rp60 ribu per kilogram.

Sedangkan bawang putih berada di kisaran Rp30 ribu per kilogram dan bawang bombai Rp35 ribu per kilogram.

Kenaikan juga terjadi pada sejumlah komoditas sayuran. Selada dijual mulai Rp25 ribu hingga Rp45 ribu per kilogram tergantung kualitas. Sawi putih Rp10 ribu, pakcoy Rp16 ribu, wortel lokal Rp10 ribu, dan wortel impor Rp12 ribu per kilogram.

Adapun harga buncis dan kol masing-masing Rp20 ribu per kilogram, brokoli Rp30 ribu, kentang Rp15 ribu, tomat hijau Rp12 ribu, timun Rp10 ribu, terong Rp12 ribu, pare Rp12 ribu, serta sawi hijau Rp15 ribu per kilogram.

Permintaan Kuliner Naik, Pasar Tetap Lesu

Menurut Topik, kenaikan harga dipicu meningkatnya permintaan dari pelaku usaha kuliner menjelang Idul Adha, seperti katering, rumah makan, hingga pedagang bakso.

“Permintaan dari usaha makanan sekarang meningkat, terutama untuk cabai dan bawang,” katanya.

Namun di sisi lain, pedagang juga mengeluhkan tingginya biaya operasional harian, terutama untuk kebutuhan plastik pembungkus yang nilainya mencapai ratusan ribu rupiah per hari.

“Untuk plastik saja sehari bisa sampai Rp400 ribu,” ungkapnya.

Para pedagang berharap harga kebutuhan pokok dapat kembali stabil agar aktivitas perdagangan kembali ramai dan daya beli masyarakat meningkat menjelang Idul Adha.

Pemkot Serang Pantau Harga Pangan

Sementara itu, Asisten Daerah (Asda) II Kota Serang, Yudi Suryadi, mengatakan Pemerintah Kota Serang terus melakukan pemantauan harga kebutuhan pokok di sejumlah pasar tradisional.

Menurutnya, monitoring dilakukan untuk memastikan stok pangan tetap aman sekaligus mengantisipasi lonjakan harga yang terlalu tinggi menjelang Hari Raya Idul Adha.

“Kami terus melakukan monitoring bersama OPD terkait agar stok kebutuhan pokok tetap tersedia dan harga tetap terkendali menjelang Idul Adha,” kata Yudi.

Pemkot Serang juga memastikan pengawasan distribusi pangan akan diperketat guna menjaga stabilitas harga dan mencegah gejolak di pasar tradisional.


Penulis: David Nababan 

Editor: Redaksi BBI