Enam Hari Dicari, Bocah Hanyut di Sungai Air Terjun Paris Minahasa Ditemukan Meninggal
![]() |
| Tim SAR mengevakuasi korban yang ditemukan di aliran Sungai Air Terjun Paris setelah enam hari pencarian. |
MINAHASA, BBITerkini – Setelah enam hari pencarian tanpa henti, tim SAR gabungan akhirnya menemukan Quin Makal (10), bocah perempuan yang hanyut di Sungai Air Terjun Paris, Desa Kayuuwi, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Kamis (28/5/2026) sekitar pukul 13.15 WITA.
Penemuan tersebut mengakhiri operasi pencarian yang melibatkan puluhan personel dari berbagai unsur. Sebelumnya, harapan keluarga dan warga setempat terus terjaga sejak korban dilaporkan hilang akibat terseret arus sungai pada akhir pekan lalu.
Humas Basarnas Sulawesi Utara, Nuriadin Gumeleng, menjelaskan pencarian pada hari keenam dilakukan dengan membagi tim ke dalam dua Search Rescue Unit (SRU). Tim pertama menyisir aliran sungai sejauh kurang lebih empat kilometer, sementara tim kedua melakukan pencarian di sejumlah titik yang dicurigai menjadi lokasi korban tersangkut.
Upaya tersebut akhirnya membuahkan hasil ketika korban ditemukan di aliran sungai. Jenazah kemudian dievakuasi menuju Puskesmas Kawangkoan sebelum diserahkan kepada keluarga dan pemerintah setempat sekitar pukul 17.10 WITA.
Peristiwa nahas itu terjadi pada Sabtu sekitar pukul 12.15 WITA. Saat berada di kawasan wisata Air Terjun Paris bersama seorang temannya, Quin diduga terpeleset dari batu besar di sekitar aliran sungai. Korban kemudian jatuh ke sungai dan terseret arus yang deras.
Keluarga bersama aparat desa sempat melakukan pencarian awal sesaat setelah kejadian. Namun korban belum berhasil ditemukan hingga laporan resmi disampaikan ke Kantor Pencarian dan Pertolongan Manado.
Operasi pencarian melibatkan Basarnas, BPBD, TNI, Polri, relawan, pemerintah kecamatan, tenaga kesehatan, mahasiswa, pramuka, serta warga sekitar yang turut membantu selama proses pencarian berlangsung.
Kepala Basarnas Sulawesi Utara, George Mercy Randang, menyampaikan belasungkawa atas musibah tersebut sekaligus mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam operasi pencarian.
"Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan menghadapi cobaan ini," ujarnya.
Tragedi yang merenggut nyawa Quin menambah daftar kecelakaan di kawasan wisata alam. Aparat mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di sekitar sungai maupun air terjun, terutama saat kondisi arus deras dan bebatuan licin yang dapat membahayakan keselamatan.
Penulis: Dessy
Editor: Arohman Ali
