DLHK Banten Pantau Kualitas Udara Pascaleledakan PT MCCI di Cilegon
![]() |
| Asap terlihat menyelimuti kawasan sekitar PT MCCI di Cilegon pascaledakan pabrik kimia, Selasa (26/5). |
CILEGON, bbiterkini – Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Banten mulai melakukan pemantauan kualitas udara pascaledakan di pabrik kimia PT Merak Chemicals Indonesia (MCCI), Kota Cilegon, Banten.
Tim laboratorium lingkungan diterjunkan ke lokasi untuk mengambil sampel udara sekaligus memasang alat pemantau di sekitar area pabrik. Langkah itu dilakukan guna memastikan ada atau tidaknya pencemaran lingkungan setelah insiden ledakan yang terjadi pada Senin, 25 Mei 2026.
Kepala DLHK Banten, Wawan Gunawan, mengatakan pemantauan dilakukan sebagai langkah cepat pemerintah merespons kekhawatiran masyarakat di sekitar kawasan industri Merak.
“Dalam rangka memastikan kondisi kualitas lingkungan pasca kejadian, DLHK Banten telah menghadirkan tim laboratorium lingkungan untuk melaksanakan pemantauan dan pengambilan sampel lingkungan,” ujar Wawan, Selasa (26/5).
Menurutnya, pemasangan alat deteksi sebenarnya telah dimulai sejak hari kejadian. Namun cuaca hujan dan kondisi teknis di lapangan membuat proses pemantauan belum berjalan maksimal.
“Karena kondisi hujan dan faktor teknis lapangan yang tidak memungkinkan, pengambilan sampel dilaksanakan hari ini guna memastikan dampak lingkungan yang mungkin timbul akibat kejadian dimaksud,” katanya.
Sejumlah warga di sekitar kawasan industri Merak mengaku sempat mencium bau menyengat beberapa jam setelah ledakan terjadi. Kepulan asap putih dari area pabrik juga memicu kekhawatiran masyarakat sekitar.
Untuk mengantisipasi dampak kesehatan, Pemerintah Provinsi Banten bersama Pemerintah Kota Cilegon membuka posko pengaduan bagi warga terdampak. Masyarakat yang mengalami keluhan kesehatan diminta segera mendatangi Puskesmas Pulomerak, Puskesmas Grogol maupun RS Krakatau Medika.
Biaya pengobatan disebut akan ditanggung pihak perusahaan.
“Disepakati beberapa langkah tindak lanjut, antara lain pembukaan pos pengaduan masyarakat terdampak, investigasi internal oleh PT MCCI terhadap penyebab kejadian, serta investigasi lanjutan oleh aparat dan instansi terkait,” ujar Wawan.
Sementara itu, manajemen PT Merak Chemicals Indonesia menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas insiden tersebut. Perusahaan juga mulai membagikan masker kepada warga melalui pengurus RT dan RW setempat.
Public Relations PT MCCI, Dimas Saputro, memastikan perusahaan akan bertanggung jawab terhadap warga terdampak akibat insiden tersebut.
“Tentu kami akan bertanggung jawab kepada masyarakat. Kami juga sudah menyiagakan ambulans di lokasi. Apabila ada warga yang mengalami keluhan kesehatan, kami sudah berkoordinasi untuk langsung merujuknya ke Rumah Sakit Krakatau Medika,” kata Dimas.
Terkait kepulan asap putih yang muncul usai ledakan, pihak perusahaan menyebut hal itu berasal dari uap air turbin di area pabrik.
“Itu efek dari steam turbin kami, yang warna putih ke atas itu adalah air. Untuk bau menyengat, masih perlu dilakukan pengecekan lebih lanjut,” ujarnya.
Hingga Selasa malam, penyebab pasti ledakan masih dalam proses investigasi oleh perusahaan bersama aparat dan instansi terkait. Pemerintah memastikan hasil pemantauan kualitas udara akan diumumkan setelah seluruh sampel selesai dianalisis laboratorium.
Penulis: Elfan
Editor: Arohman Ali
