Relawan WNI Global Sumud Flotilla Tiba di Turki, Mengaku Dipukul dan Disetrum Israel
![]() |
| Sempat Ditahan Empat Hari, Pemerintah RI Pastikan Proses Pemulangan Seluruh Relawan Berjalan Aman |
ISTANBUL, bbiterkini – Sembilan relawan warga negara Indonesia (WNI) yang tergabung dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla akhirnya tiba di Istanbul, Turki, setelah sempat ditahan aparat Israel. Para relawan mengaku mengalami kekerasan fisik selama masa penahanan.
Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Istanbul memastikan seluruh relawan kini dalam kondisi selamat dan sedang mendapatkan pendampingan dari pemerintah Indonesia.
“Alhamdulillah hari ini bersama-sama sembilan saudara-saudari kita yang bergabung dalam misi GSF (Global Sumud Flotilla), telah bersama kami dalam kondisi sehat walafiat,” ujar Konsul Jenderal RI di Istanbul, Darianto Harsono, dalam video yang diunggah Menteri Luar Negeri RI Sugiono, Jumat (22/5/2026).
Meski telah dinyatakan selamat, para relawan disebut mengalami perlakuan keras selama tiga hingga empat hari berada dalam tahanan aparat Israel.
“Selama ditahan mereka mengalami kekerasan fisik. Ada yang ditendang, dipukul, bahkan disetrum,” kata Darianto.
Pemerintah Indonesia saat ini tengah mengupayakan proses pemulangan sembilan relawan tersebut ke Tanah Air dalam waktu dekat.
“Nanti kami akan mengupayakan kepulangan saudara-saudara kita ke Tanah Air dalam kesempatan pertama,” lanjutnya.
Sembilan relawan WNI itu diketahui tiba di Istanbul pada Kamis (21/5) waktu setempat menggunakan pesawat yang disiapkan otoritas Turki. Setelah tiba, mereka juga sempat melakukan komunikasi langsung melalui video call dengan Menteri Luar Negeri RI Sugiono.
Sugiono memastikan pemerintah terus mengawal proses pemulangan seluruh relawan hingga kembali ke Indonesia dengan aman dan selamat.
“Pemerintah Indonesia akan terus memastikan proses pemulangan seluruh WNI ke tanah air berjalan dengan lancar dan dapat tiba kembali dengan selamat dan sesegera mungkin,” ujar Sugiono.
Insiden penahanan relawan kemanusiaan ini kembali memantik sorotan internasional terhadap perlakuan aparat Israel terhadap misi sipil dan relawan kemanusiaan di kawasan konflik Timur Tengah.
Penulis: Noval Abraham
Editor: Arohman Ali
