-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Lagi-Lagi Dikeluhkan, Layanan RSUD Dradjat Prawiranegara Serang Kembali Disorot: Walikota Serang Turun Langsung Tengah Malam

Jumat, 24 April 2026 | 11.02.00 WIB Last Updated 2026-04-24T04:02:24Z
Walikota Serang Budi Rustandi Saat Sidak RSUD Dratjat Prawiranegara 


SERANG, bbiterkini – Pelayanan RSUD Dradjat Prawiranegara Serang kembali menjadi sorotan publik. Kali ini, keluhan warga terkait dugaan lambatnya penanganan pasien langsung direspons oleh Wali Kota Serang, Budi Rustandi, yang turun langsung ke rumah sakit pada tengah malam, Kamis (23/04).


Peristiwa tersebut diketahui dari unggahan akun media sosial milik Budi Rustandi, “Abdi Kota Serang”. Dalam unggahan itu, ia mengaku menerima laporan warga saat sedang melakukan peninjauan Penerangan Jalan Umum (PJU) di ruas Cibomo–Cibening sekitar pukul 22.00 WIB.


Laporan tersebut menyebutkan adanya warga yang belum mendapatkan penanganan maksimal di rumah sakit tersebut.


Tanpa menunggu lama, Wali Kota Serang langsung bergerak menuju lokasi. Setibanya di RSUD Dradjat Prawiranegara, suasana rumah sakit masih terlihat ramai dengan sejumlah warga dan petugas yang berjaga.


Setelah dilakukan pengecekan langsung, pasien yang sebelumnya dikeluhkan akhirnya mendapatkan penanganan.


“Begitu menerima laporan, saya langsung ke RSDP. Alhamdulillah malam itu juga langsung ditangani,” ungkap Budi Rustandi.


Namun, kejadian ini bukan kali pertama. Dalam beberapa waktu terakhir, RSUD Dradjat Prawiranegara Serang kerap menjadi sorotan akibat berbagai keluhan pelayanan, mulai dari keterlambatan penanganan pasien, keterbatasan fasilitas seperti ketersediaan tempat tidur (bed), hingga respons tenaga medis yang dinilai belum optimal.


Sejumlah kasus sebelumnya bahkan sempat viral di media sosial. Dalam beberapa unggahan, terlihat pasien, termasuk balita dan lansia, harus menunggu cukup lama di Instalasi Gawat Darurat (IGD) sebelum mendapatkan ruang perawatan.


Kondisi tersebut memicu kekhawatiran masyarakat terhadap kualitas layanan kesehatan di rumah sakit milik pemerintah daerah itu.


Pengamat menilai, persoalan yang terus berulang ini mengindikasikan adanya masalah sistemik yang belum terselesaikan. Evaluasi menyeluruh terhadap manajemen, sistem pelayanan, serta kesiapan sumber daya manusia dinilai menjadi langkah yang mendesak.


Di sisi lain, langkah cepat Budi Rustandi yang turun langsung ke lapangan mendapat apresiasi dari masyarakat. Namun, publik berharap pembenahan tidak hanya bersifat reaktif, melainkan diikuti langkah konkret dan berkelanjutan agar pelayanan kesehatan dapat berjalan optimal tanpa harus menunggu viral atau laporan darurat.


Hingga berita ini diturunkan, pihak manajemen RSUD Dradjat Prawiranegara belum memberikan keterangan resmi terkait kejadian terbaru tersebut.


Masyarakat kini menanti komitmen nyata untuk memperbaiki pelayanan, agar rumah sakit benar-benar menjadi tempat yang memberikan rasa aman, cepat tanggap, dan pelayanan maksimal bagi pasien.

(*/Agus & David)