![]() |
| PT Arwana Citramulia Tbk mencatatkan kinerja keuangan yang solid sepanjang tahun buku 2025 |
SERANG, bbiterkini – PT Arwana Citramulia Tbk mencatatkan kinerja keuangan yang solid sepanjang tahun buku 2025. Pertumbuhan ini ditopang oleh disiplin operasional, efisiensi biaya, serta strategi adaptif di tengah dinamika industri dan pasar. Rabu (8/4/2026).
Perseroan membukukan penjualan bersih sebesar Rp2,91 triliun, tumbuh 10,71 persen dibandingkan Rp2,63 triliun pada tahun 2024. Capaian ini mencerminkan kepercayaan pasar yang tetap kuat terhadap produk-produk unggulan seperti Arwana, UNO, ARNA, hingga lini terbaru GLORIA.
Dari sisi profitabilitas, laba bersih tercatat sebesar Rp400,48 miliar dengan laba per saham Rp55,93. Meski mengalami penurunan, kinerja tersebut masih menunjukkan kondisi keuangan yang sehat dan positif.
Sementara itu, posisi kas dan setara kas mencapai Rp377,94 miliar. Total aset Perseroan meningkat menjadi Rp2,88 triliun per 31 Desember 2025, naik 8,36 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp2,66 triliun. Kenaikan ini didorong oleh lonjakan aset tetap hingga 25,93 persen seiring realisasi belanja modal.
Total ekuitas tercatat Rp1,93 triliun atau naik 3,04 persen secara tahunan, ditopang oleh pertumbuhan laba ditahan. Perseroan juga mencatat margin laba bersih sebesar 13,74 persen.
Dari sisi likuiditas, current ratio berada di level 193 persen dan debt-to-equity ratio sebesar 49 persen, mencerminkan struktur keuangan yang konservatif dan sehat.
Manajemen menyampaikan, di tengah tantangan daya beli masyarakat dan dinamika sektor properti, Perseroan tetap mampu menjaga pertumbuhan usaha dengan arus kas yang kuat dan profitabilitas yang terjaga.
Secara operasional, kinerja 2025 didukung oleh optimalisasi kapasitas produksi dan efisiensi energi, khususnya penggunaan gas sebagai komponen biaya utama. Namun demikian, tekanan biaya energi menjadi tantangan tersendiri.
Harga rata-rata gas tercatat meningkat dari US$6,68 per MMBtu pada 2024 menjadi US$8,03 per MMBtu pada 2025, atau naik sekitar 20 persen, yang turut memengaruhi tingkat profitabilitas.
Untuk menjawab tantangan tersebut, Perseroan menjalankan berbagai langkah strategis melalui investasi dan pengembangan infrastruktur produksi.
Pengembangan Infrastruktur Produksi 2025:
1. Intensifikasi Kapasitas Produksi
Peremajaan mesin di Plant 2A untuk meningkatkan produksi keramik lantai rectified.
Modifikasi mesin di Plant 2C Line 1 guna meningkatkan efisiensi penggunaan gas.
Transformasi kiln Plant 2C Line 1 dari double firing menjadi single firing untuk efisiensi energi.
Pemutakhiran mesin di Plant 4A untuk mendukung produk bernilai tambah tinggi.
Pengembangan Plant 5C untuk memproduksi ukuran baru.
2. Ekstensifikasi Kapasitas Produksi
Penyelesaian pembangunan Plant 4D yang siap memproduksi porselen lantai berukuran besar, sekaligus memperluas portofolio produk premium.
Manajemen menilai langkah investasi sepanjang 2025 merupakan keputusan strategis untuk memperkuat daya saing dan efisiensi jangka panjang.
Dengan fondasi operasional yang semakin kuat, Perseroan optimistis dapat melanjutkan pertumbuhan berkelanjutan di tahun-tahun mendatang, melalui fokus pada inovasi produk, efisiensi operasional, serta pengembangan kapasitas produksi guna menjawab kebutuhan pasar yang terus berkembang.(*/David Nababan).
