-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Kelalaian Berujung Petaka, Lokasi Limbah B3 di Serang Terbakar Hebat

Rabu, 08 April 2026 | 22.27.00 WIB Last Updated 2026-04-08T15:27:59Z

Lokasi Lapak Limbah Beracun Terbakar

Serang, bbiterkini – Kebakaran hebat melanda lokasi penyimpanan limbah di Kampung Bayur, RT 04/RW 01, Desa Nambo Udik, Kecamatan Cikande, Kabupaten Serang, pada Rabu (8/4/2026). Insiden ini diduga kuat dipicu kelalaian pekerja saat membakar kayu yang terkontaminasi limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3).


Berdasarkan pantauan di lokasi, api dengan cepat membesar dan menghanguskan tumpukan material kayu. Percikan api diduga berasal dari aktivitas pembakaran di dalam tong yang kemudian menyambar material di sekitarnya.


Salah satu pengelola lapak yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan, api muncul secara tiba-tiba dari percikan pembakaran tersebut.


“Awalnya dari percikan kayu yang dibakar di dalam tong, lalu langsung menyambar tumpukan kayu di sekitarnya hingga api membesar,” ujarnya kepada awak media.


Ia juga mengakui bahwa material yang terbakar merupakan kayu limbah yang diduga telah terkontaminasi zat kimia berbahaya, sehingga mempercepat penyebaran api.


Sementara itu, Kepala Damkar Pos Kanwil Jawilan, Suproni, membenarkan peristiwa kebakaran tersebut. Menurutnya, sumber api berasal dari aktivitas pembakaran yang dilakukan pekerja di dekat tumpukan material mudah terbakar.


“Kebakaran dipicu oleh aktivitas pembakaran yang dilakukan pekerja tepat di samping tumpukan material kayu,” jelasnya.


Tak hanya menyebabkan kerusakan, kebakaran ini juga menimbulkan dampak serius bagi warga sekitar. Asap hitam pekat yang dihasilkan menimbulkan bau menyengat dan mengganggu pernapasan.


“Asapnya sangat menyengat, bikin sesak napas,” keluh salah seorang warga.


Warga pun mendesak pihak terkait, khususnya Dinas Lingkungan Hidup, untuk segera melakukan penindakan. Pasalnya, lokasi tersebut diduga dijadikan tempat penimbunan limbah B3 tanpa prosedur yang sesuai, sehingga berpotensi membahayakan kesehatan masyarakat dan lingkungan.


Hingga berita ini diterbitkan, pemilik lahan yang diketahui bernama Nono belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan praktik penimbunan limbah B3 di lokasi tersebut.(*/red).