![]() |
| Mensesneg Prasetyo Hadi. |
JAKARTA, bbiterkini.com - Pemerintah belum memutuskan apapun soal penarikan pasukan TNI dari United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL).
Hal itu dikatakan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi menanggapi desakan usai tiga prajurit TNI yang sedang menjalankan misi perdamaian gugur di Lebanon.
"Kalau pertanyaannya sampai ke keputusan penarikan belum ya," kata Prasetyo kepada wartawan, di Istana Negara, Jakarta, Rabu, 08 April 2026.
Setelah insiden gugurnya tiga prajurit TNI, kata dia, pemerintah terus berkoordinasi lintas Kementerian.
Menurutnya, insiden itu juga menjadi catatan evaluasi bagi pemerintah.
Untuk itu, ia meminta publik untuk menunggu keputusan resmi nantinya terkait penarikan prajurit TNI.
"Tapi, dengan adanya kejadian yang kemarin, tentu kami pemerintah terus melakukan koordinasi dipimpin oleh Bapak Menlu melakukan evaluasi. Nanti kita tunggu perkembangannya," ujarnya.
Diketahui sebelumnya, Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Dave Laksono menyebut, pemerintah Indonesia perlu menarik pasukan perdamaian di Lebanon lantaran saat ini sudah dalam kondisi perang.
"Bilamana kondisinya ini memang tidak bisa dinyatakan aman, ada baiknya untuk pemerintah melakukan penarikan ataupun juga evaluasi terhadap keberadaan prajurit kita di Lebanon," kata Dave kepada wartawan, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin, 30 Maret 2026.
Dave juga menyinggung langkah pemerintahan Italia yang sudah menyampaikan akan menarik pasukan perdamaian dari Lebanon.
Menurutnya, Indonesia perlu mengikuti langkah tersebut.
"Saya juga sempat baca tadi katanya ada salah satu negara Eropa Barat, Italia tepatnya, menyampaikan siap menarik personelnya dari sana. Maka itu apakah kita harus mengambil hal tersebut. Nah tentu harus ada pertimbangan dan juga harus ada komunikasi," tuturnya.
Ia menilai, langkah penarikan pasukan itu dibutuhkan untuk menjaga keselamatan prajurit Indonesia.
"Dari PBB sudah menyampaikan belasungkawa dan mengutuk akan serangan tersebut. Ini harus dilihat apakah dibutuhkan tindak lanjut dari kita untuk menyampaikan sikap kita demi menjaga keselamatan prajurit kita," ujarnya. (*/red)
