TANGERANG, bbiterkini – Direktur Eksekutif Tangerang Public Service (TPS), Ryan Erlangga, secara terbuka mempertanyakan tugas, fungsi, serta eksistensi Forum TJSL (Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan) Kota Tangerang.
Kritik tersebut disampaikan dalam konteks pentingnya kolaborasi pentahelix yang selama ini digaungkan Pemerintah Kota Tangerang melalui semangat “Bersama Membangun Kota”. Ryan menilai, jika konsep tersebut dijalankan secara optimal, berbagai persoalan mendasar seperti kemiskinan ekstrem, kawasan kumuh, hingga akses pendidikan seharusnya bisa lebih cepat teratasi.
“Forum TJSL ini seharusnya menjadi motor penggerak kolaborasi antara dunia usaha, pemerintah, dan masyarakat. Tapi yang menjadi pertanyaan, sejauh mana kiprah dan dampaknya dirasakan publik?” tegas Ryan, Rabu (8/4/2026).
Ia menekankan bahwa keberadaan Forum TJSL bukan sekadar formalitas, melainkan harus mampu memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.
Diketahui, Forum TJSL merupakan wadah kolaboratif yang bertujuan mengoptimalkan program Corporate Social Responsibility (CSR) dari perusahaan untuk mendukung pembangunan daerah. Programnya mencakup bantuan sosial, penanggulangan kemiskinan, penataan lingkungan, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Dalam kepengurusan periode 2024–2029, Forum TJSL dipimpin oleh Ketua H. Dafyar Eliade Hardian, didampingi Wakil Ketua Asep Sugara, serta Sekretaris H. Romi Abidin.
Namun demikian, Ryan menilai perlu adanya evaluasi menyeluruh terhadap efektivitas lembaga tersebut.
“Kita tidak boleh terus terjebak dalam romantisme APBD yang justru membuat kita stagnan. Sudah saatnya menggali dan mengoptimalkan sumber-sumber pendanaan lain, termasuk dari CSR,” ujarnya.
Ia juga mendorong agar tidak hanya Forum TJSL yang dievaluasi, tetapi juga berbagai lembaga penunjang lainnya seperti Dewan Pendidikan, Dewan Kesehatan, hingga Dewan Pengawas PDAM.
Menurutnya, Kota Tangerang membutuhkan keseriusan dan keterlibatan aktif dari seluruh elemen untuk bisa berkembang lebih baik.
“Kota ini butuh gagasan, kritik, dan aksi nyata. Bukan sekadar wacana. Semua pihak harus berkontribusi untuk kemajuan bersama,” tambahnya.
Ryan pun mengajak masyarakat dan para pemangku kepentingan untuk tidak pasif dalam mengawal pembangunan daerah.
“Ayo kita berikan kontribusi terbaik untuk kota tercinta ini. Jangan diam!” pungkasnya.(Dina/Ega).
