-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Banjir Keluhan di TikTok, Pelayanan RSUD Dradjat Prawiranegara Disorot Tajam Warganet

Jumat, 17 April 2026 | 21.40.00 WIB Last Updated 2026-04-17T14:40:54Z
Celotehan Warganet di Sosial Media Tiktok 


SERANG, bbiterkini – Pelayanan di RSUD Dradjat Prawiranegara, Kabupaten Serang, kembali menuai sorotan publik. Kali ini, gelombang kritik datang dari media sosial TikTok setelah unggahan akun milik David Ardiansyah memicu ratusan komentar berisi keluhan masyarakat. Jumat (17/04/2026).


Dalam unggahan tersebut, kolom komentar dipenuhi pengalaman warganet yang mengaku mendapat pelayanan kurang memuaskan. Mulai dari sulitnya mendapatkan tempat tidur (bed) di ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD), lamanya waktu tunggu penanganan, hingga dugaan adanya perbedaan perlakuan antara pasien pengguna BPJS dan pasien umum.


Salah satu warganet mengaku harus menunggu cukup lama karena ruang IGD penuh. Namun, situasi berubah saat ia menyatakan akan menggunakan jalur umum.


“Awalnya disuruh nunggu karena penuh, tapi setelah bilang pakai umum, perawat langsung carikan bed,” tulisnya dalam kolom komentar.


Keluhan serupa juga bermunculan. Ada yang menyarankan agar pasien mencari rumah sakit lain jika kondisi penuh, bahkan ada yang menyinggung perlunya “orang dalam” agar bisa mendapatkan pelayanan lebih cepat.


Ironisnya, beberapa warganet mengungkapkan pasien terpaksa duduk di kursi bahkan di lantai karena keterbatasan ruang dan fasilitas.


Fenomena ini memicu kekhawatiran publik terhadap kualitas pelayanan di rumah sakit milik pemerintah tersebut. Pasalnya, RSUD Dradjat Prawiranegara merupakan salah satu rumah sakit rujukan utama di wilayah Serang dan sekitarnya, yang seharusnya mampu memberikan layanan optimal bagi masyarakat.


Menanggapi ramainya keluhan tersebut, aktivis Banten, Idham, angkat bicara. Ia menilai persoalan ini bukan sekadar keluhan biasa, melainkan indikasi adanya masalah serius dalam sistem pelayanan rumah sakit.


“Keluhan seperti ini bukan pertama kali terjadi. Ini alarm keras bagi pemerintah daerah. Jika terbukti pelayanan buruk dan tidak ada perbaikan, kami mendesak Bupati Serang untuk mencopot direktur RSUD Dradjat Prawiranegara,” tegasnya.


Ia juga menekankan pentingnya pelayanan yang adil dan profesional tanpa diskriminasi.


“Jangan sampai ada kesan pelayanan berbeda antara pasien BPJS dan umum. Semua masyarakat punya hak yang sama untuk mendapatkan layanan kesehatan yang layak,” tambahnya.


Hingga berita ini diturunkan, pihak RSUD Dradjat Prawiranegara belum memberikan klarifikasi resmi terkait viralnya keluhan tersebut di media sosial.


Masyarakat berharap ada evaluasi menyeluruh dan langkah konkret dari pemerintah daerah agar pelayanan kesehatan di rumah sakit tersebut segera dibenahi dan kepercayaan publik dapat dipulihkan. (*/David & Agus)