BPPKB BANTEN DPAC Karang Tengah Perkuat Soliditas Organisasi Lewat Pengajian Bulanan, Zainal Febriyanto: Jangan Mudah Terprovokasi
TANGERANG, BBITerkini — Memperkuat persaudaraan, menjaga soliditas internal, serta membangun hubungan harmonis dengan masyarakat menjadi komitmen Badan Pembinaan Potensi Keluarga Besar Banten (BPPKB Banten) DPAC Karang Tengah melalui kegiatan pengajian bulanan yang digelar di Pondok Bahar, Kota Tangerang, Jumat (16/10/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri perwakilan jajaran pengurus BPPKB Banten mulai tingkatan DPC DPAC, serta DPRT Kota Tangerang maupun jajaran daripada BPPKB Banten Tangerang Selatan dan Kabupaten Tangerang DPAC Sepatan.
Selain menjadi ruang untuk memperdalam nilai-nilai keagamaan, pengajian ini juga dimanfaatkan sebagai sarana mempererat silaturahmi dan memperkokoh persatuan di lingkungan organisasi.
Agenda pengajian bulanan tersebut diharapkan menjadi bagian dari tradisi positif yang berkelanjutan bagi 12 DPAC di bawah naungan DPC BPPKB Banten Kota Tangerang. Melalui kegiatan ini, organisasi berupaya membangun komunikasi yang sehat, memperkuat kebersamaan, serta menjaga konsistensi nilai persaudaraan di seluruh tingkatan kepengurusan.
Ketua DPC BPPKB Banten Kota Tangerang, Zainal Febriyanto, S.H., menegaskan pentingnya menjaga hubungan silaturahmi agar fondasi organisasi tetap kokoh, solid, dan tidak mudah digoyahkan oleh perbedaan maupun provokasi dari pihak mana pun.
Menurutnya, kekuatan organisasi tidak semata-mata diukur dari jumlah anggota atau besarnya struktur kepengurusan, melainkan dari kemampuan seluruh jajaran menjaga persatuan, menghormati perbedaan, serta memegang teguh komitmen bersama.
“Silaturahmi harus terus dijaga dengan baik. Kita ingin fondasi organisasi tetap kokoh, berdiri tegak, dan tidak mudah terpengaruh ataupun terprovokasi oleh pihak mana pun. Soliditas harus dibangun melalui komunikasi yang baik, kedewasaan dalam bersikap, serta kesadaran untuk menjaga persaudaraan,” demikian pesan yang ditekankan dalam kegiatan tersebut.
Organisasi Kuat Bukan Sekadar Nama, tetapi Dibuktikan melalui Sikap dan Pengabdian
Pengajian bulanan ini tidak hanya melibatkan jajaran internal BPPKB Banten. Sejumlah perwakilan tokoh masyarakat pengurus lingkungan dan Yayasan Garuda Betawi Raya Kota Tangerang turut hadir, mencerminkan pentingnya membangun hubungan yang selaras antara organisasi kemasyarakatan dan lingkungan tempat organisasi tersebut tumbuh.
Keterlibatan unsur masyarakat menjadi pengingat bahwa keberadaan organisasi kemasyarakatan memiliki tanggung jawab sosial yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan warga. Organisasi dituntut mampu menjaga ketertiban, menghormati norma yang berlaku, serta berkontribusi nyata bagi kepentingan masyarakat luas.
Dalam konteks tersebut, kegiatan keagamaan tidak seharusnya berhenti pada seremoni atau rutinitas semata. Nilai-nilai yang diperoleh perlu diwujudkan dalam perilaku sehari-hari, seperti menjaga etika, mengedepankan musyawarah, menghindari konflik yang tidak perlu, dan membangun kepedulian sosial.
Sebab, soliditas yang sesungguhnya bukan berarti menutup diri dari kritik, melainkan kemampuan menyikapi perbedaan secara dewasa tanpa kehilangan arah dan prinsip organisasi.
Perkuat Literasi Keuangan, Perwakilan Bank Mandiri Turut Hadir
Kegiatan tersebut juga dihadiri perwakilan Bank Mandiri Cabang Daan Mogot yang memperkenalkan layanan perbankan serta memberikan informasi mengenai pembukaan rekening, baik untuk kebutuhan pribadi maupun perusahaan.
Kehadiran perwakilan perbankan ini membuka ruang bagi peserta untuk mengenal layanan keuangan formal yang dapat mendukung kebutuhan administrasi dan pengelolaan keuangan secara lebih tertib.
Meski demikian, setiap keputusan untuk menggunakan layanan perbankan tetap menjadi hak masing-masing individu maupun badan usaha, dengan mempertimbangkan kebutuhan, persyaratan, serta ketentuan yang berlaku.
Melalui perpaduan kegiatan keagamaan, silaturahmi, dan pengenalan layanan perbankan, pengajian bulanan DPAC Karang Tengah diharapkan memberikan manfaat yang lebih luas bagi anggota maupun masyarakat.
Pada akhirnya, organisasi yang kokoh bukanlah organisasi yang hanya lantang menyuarakan persatuan, melainkan organisasi yang mampu membuktikannya melalui tindakan nyata. Menjaga marwah organisasi berarti menjaga perilaku, menghormati hukum, merawat persaudaraan, serta menghadirkan manfaat bagi masyarakat.
Persatuan harus dijaga, provokasi harus disikapi dengan kedewasaan, dan pengabdian kepada masyarakat harus menjadi ukuran nyata keberadaan organisasi.
Penulis: Dina
Editor: Ega
