Sejarah Baru Haji Banten, Kloter Pertama Tiba Melalui Debarkasi Grand El Hajj Cipondoh
![]() |
| Jemaah haji Kloter JKB-01 mengikuti prosesi penyambutan di Grand El Hajj Banten, Cipondoh, Kota Tangerang, menandai dimulainya layanan debarkasi haji di Provinsi Banten. (Foto: Istimewa) |
TANGERANG, BBITerkini – Sejarah baru pelayanan haji di Provinsi Banten resmi dimulai. Untuk pertama kalinya, jemaah haji asal Banten yang pulang dari Tanah Suci tiba melalui Debarkasi Grand El Hajj Banten di Cipondoh, Kota Tangerang.
Momen tersebut ditandai dengan tibanya Kloter JKB-01 asal Kota Tangerang pada Selasa (2/6/2026). Kedatangan kloter pertama ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan pelayanan haji di Banten karena untuk pertama kalinya proses keberangkatan dan kepulangan jemaah dilayani di wilayah sendiri.
Jemaah haji Kloter JKB-01 mendarat di Bandara Internasional Soekarno-Hatta sekitar pukul 10.00 WIB sebelum melanjutkan perjalanan menuju Grand El Hajj Banten menggunakan 10 armada bus yang telah disiapkan.
Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Provinsi Banten, Tubagus Rubal Faisal, mengatakan seluruh jemaah tiba dengan selamat dan langsung diarahkan menuju Debarkasi Grand El Hajj untuk menjalani proses penerimaan sebelum kembali ke daerah masing-masing.
“Alhamdulillah, Kloter JKB-01 asal Kota Tangerang telah mendarat dengan selamat di Bandara Soekarno-Hatta. Dari bandara para jemaah langsung diberangkatkan menuju Debarkasi Cipondoh menggunakan 10 bus,” kata Rubal.
Menurut Rubal, tahun 2026 menjadi momentum bersejarah bagi Provinsi Banten. Setelah bertahun-tahun mengandalkan fasilitas di luar daerah, kini masyarakat Banten dapat menikmati layanan haji yang lebih dekat dan terintegrasi melalui Grand El Hajj Banten.
Penetapan Cipondoh sebagai embarkasi dan debarkasi haji tertuang dalam Keputusan Menteri Haji Nomor 69 Tahun 2026 tentang Penetapan Embarkasi dan Debarkasi Haji. Kebijakan tersebut menjadikan Grand El Hajj Banten sebagai pusat pelayanan keberangkatan sekaligus kepulangan jemaah haji asal Banten.
“Alhamdulillah, untuk pertama kalinya Provinsi Banten memiliki tempat keberangkatan dan kepulangan jemaah haji di wilayah sendiri. Ini menjadi kebanggaan sekaligus kemudahan bagi masyarakat,” ujarnya.
Kehadiran debarkasi di Cipondoh dinilai membawa perubahan besar terhadap kualitas pelayanan haji. Selain memangkas waktu perjalanan, fasilitas tersebut juga mengurangi beban mobilitas jemaah yang sebelumnya harus menuju Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, saat kembali dari Tanah Suci.
Pada musim haji 1447 Hijriah atau tahun 2026, Provinsi Banten memberangkatkan 24 kelompok terbang (kloter), terdiri atas 19 kloter penuh dan lima kloter gabungan. Kloter JKB-01 menjadi rombongan pertama yang kembali ke tanah air melalui Debarkasi Grand El Hajj Banten.
Sementara itu, Kepala UPT Asrama Haji Banten Ahmad Muafiq menjelaskan jumlah jemaah yang kembali dalam Kloter JKB-01 mencapai 390 orang, terdiri atas 386 jemaah dan empat petugas haji.
Namun, satu jemaah dari kloter tersebut dilaporkan meninggal dunia saat menjalankan ibadah haji di Arab Saudi.
“Ada satu jemaah dari kloter pertama asal Banten yang wafat saat menunaikan ibadah haji di Tanah Suci,” ujar Muafiq.
Ia menambahkan, proses pemulangan jemaah haji asal Banten akan berlangsung secara bertahap hingga 29 Juni 2026. Sebanyak 8.993 jemaah dijadwalkan tiba melalui Debarkasi Grand El Hajj Banten selama musim haji tahun ini.
Kepulangan Kloter JKB-01 bukan sekadar akhir perjalanan ibadah haji. Momen ini juga menjadi simbol meningkatnya kemandirian pelayanan haji di Provinsi Banten, sekaligus menandai babak baru layanan haji yang lebih dekat, cepat, dan efisien bagi masyarakat.
SEO Slug:
sejarah-baru-haji-banten-kloter-pertama-tiba-melalui-debarkasi-grand-el-hajj-cipondoh
Meta Deskripsi (150 karakter):
Kloter pertama jemaah haji Banten tiba melalui Debarkasi Grand El Hajj Cipondoh. Tonggak baru pelayanan haji yang lebih dekat dan efisien.
