BREAKING NEWS

Pedagang Cilok yang Tewas di Cikupa Ternyata Baru 10 Hari Tinggal di Tangerang

Petugas kepolisian melakukan olah TKP di kontrakan tempat pedagang cilok asal Madura ditemukan meninggal dunia di Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang.

TANGERANG, BBITerkini – Pedagang cilok yang ditemukan meninggal dunia di sebuah kontrakan di Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang, ternyata baru sekitar 10 hari merantau dari Madura. Polisi hingga kini masih menyelidiki penyebab kematian korban yang ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di tempat tinggalnya.

Korban diketahui berinisial R. Berdasarkan informasi yang dihimpun, pria asal Madura tersebut datang ke Tangerang untuk bekerja sebagai pedagang cilok dan baru menempati kontrakan tempat dirinya ditemukan meninggal dunia.

Fakta tersebut menambah perhatian publik terhadap kasus yang kini masih dalam penanganan pihak kepolisian. Pasalnya, korban belum lama berada di lingkungan tersebut sebelum akhirnya ditemukan tewas.

Sebelumnya, warga di sekitar lokasi dibuat geger dengan penemuan jasad korban pada Selasa (2/6/2026) sore. Korban ditemukan setelah beberapa hari tidak terlihat beraktivitas seperti biasanya.

Kecurigaan warga muncul ketika korban tak kunjung terlihat keluar rumah. Sejumlah tetangga kemudian mencoba memanggil korban dari luar kontrakan, namun tidak mendapat respons.

Karena khawatir terjadi sesuatu, warga akhirnya memeriksa kondisi di dalam rumah dan menemukan korban sudah tidak bernyawa. Temuan itu kemudian dilaporkan kepada pihak kepolisian.

Kapolsek Cikupa AKP Syamsul Bahri membenarkan bahwa korban bekerja sebagai pedagang cilok dan tinggal bersama seorang rekannya di kontrakan tersebut.

"Korban sebagai pegawai (pedagang) cilok dan tinggal bersama satu orang temannya," ujar Syamsul.

Petugas yang datang ke lokasi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk mencari petunjuk terkait penyebab kematian korban.

Dari hasil pemeriksaan awal, polisi menemukan bercak darah di sekitar tubuh korban. Saat ditemukan, posisi korban berada dalam keadaan tengkurap di lantai rumah kontrakan.

"Hasil olah TKP bahwa ditemukan darah dan posisi korban tengkurap di lantai. Saat ini kami mengumpulkan keterangan saksi-saksi dan membawa korban ke RSUD Balaraja untuk melakukan identifikasi penyebab kematian korban," kata Syamsul.

Selain meminta keterangan sejumlah saksi, penyidik juga menelusuri rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian. Langkah tersebut dilakukan untuk membantu mengungkap aktivitas terakhir korban sebelum ditemukan meninggal dunia.

Polisi masih berupaya menyusun rangkaian peristiwa yang terjadi sebelum korban ditemukan. Sejumlah informasi yang berkaitan dengan keseharian korban selama berada di Tangerang juga turut didalami.

Hingga Rabu (3/6/2026), penyebab pasti kematian korban belum dapat dipastikan. Penyidik masih mengumpulkan barang bukti dan keterangan saksi guna mengungkap fakta di balik kematian pedagang cilok asal Madura yang baru 10 hari tinggal di Tangerang tersebut.

Polisi meminta masyarakat tidak berspekulasi terkait kasus ini dan menunggu hasil penyelidikan resmi yang masih terus berlangsung.


Penulis: Agus

Editor: Redaksi BBI 

Pilihan Redaksi

Trending Hari Ini