Prajurit TNI dan Polri yang Gugur di Afrika Diganjar Medali Kehormatan PBB
![]() |
| Ilustrasi Bendera PBB |
JAKARTA, BBIterkini – Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) akan menganugerahkan Medali Dag Hammarskjöld secara anumerta kepada personel TNI dan Polri Indonesia yang gugur saat menjalankan misi perdamaian dunia di Afrika.
Penghargaan tersebut akan diberikan dalam rangka peringatan Hari Internasional Penjaga Perdamaian yang digelar pada 5 Juni 2026.
Pusat Informasi PBB (UNIC) Indonesia menyebutkan, Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres akan menyerahkan penghargaan kepada dua personel Indonesia yang gugur saat bertugas dalam misi perdamaian sepanjang 2025.
Kedua personel tersebut adalah Kopral Dua Eko Prambudi Santoso yang bertugas dalam Misi Stabilisasi Organisasi PBB di Republik Demokratik Kongo (MONUSCO) dan Brigadir Polisi Kepala Sri Widodo yang bertugas dalam Misi Stabilisasi Terpadu Multidimensi PBB di Republik Afrika Tengah (MINUSCA).
Selain kedua personel tersebut, PBB juga akan menganugerahkan Medali Dag Hammarskjöld kepada empat personel Indonesia yang gugur saat menjalankan tugas bersama Pasukan Sementara PBB di Lebanon (UNIFIL) di tengah eskalasi konflik Israel-Hizbullah. Prosesi penganugerahan bagi empat personel tersebut dijadwalkan berlangsung pada tahun depan.
Secara keseluruhan, penghargaan tahun ini akan diberikan kepada 68 personel penjaga perdamaian dari berbagai negara yang gugur saat menjalankan tugas, baik dari unsur militer, kepolisian, maupun sipil.
![]() |
| Sekretaris jenderal PBB Antonio Guterres |
Dalam pesannya, Antonio Guterres menegaskan bahwa operasi penjaga perdamaian PBB tetap menjadi salah satu instrumen paling efektif dalam menjaga stabilitas dan meredam konflik di berbagai kawasan dunia yang tengah dilanda ketegangan.
Namun, menurutnya, keberhasilan misi perdamaian membutuhkan dukungan politik yang konsisten serta pendanaan yang memadai dari negara-negara anggota PBB.
Guterres juga menegaskan bahwa setiap serangan terhadap personel penjaga perdamaian merupakan pelanggaran serius terhadap hukum humaniter internasional.
“Tidak seorang pun seharusnya meninggal saat mengabdi demi perdamaian,” tegas Guterres.
Menurut data UNIC Indonesia, saat ini lebih dari 50 ribu personel penjaga perdamaian dari 118 negara bertugas dalam 11 misi perdamaian di bawah mandat PBB di berbagai wilayah konflik dunia.
Indonesia sendiri tercatat sebagai kontributor terbesar keenam pasukan penjaga perdamaian PBB dengan hampir 2.000 personel militer dan kepolisian yang sedang bertugas, termasuk 156 personel perempuan.
Posisi tersebut menegaskan peran strategis Indonesia dalam mendukung upaya perdamaian global sekaligus menunjukkan komitmen bangsa dalam menjaga stabilitas dan keamanan internasional.
Penghargaan yang diberikan PBB menjadi pengakuan dunia atas dedikasi, pengabdian, dan pengorbanan personel Indonesia yang bertugas di garis depan kawasan konflik demi menjaga perdamaian di bawah panji Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Penulis: Arohman Ali
Editor: Redaksi BBI

