Ibu dan Nenek di Anyer Buang Bayi Baru Lahir, Polisi: Ari-ari Masih Menempel

Bayi perempuan ditemukan masih berlumur darah di samping kantor desa di Anyer. Polisi menangkap ibu kandung dan nenek bayi. (Dok. Ilustrasi)

SERANG, bbiterkini – Tangisan bayi dari halaman rumah warga di Desa Tambang Ayam, Kecamatan Anyer, Kabupaten Serang, membongkar aksi pembuangan bayi yang diduga dilakukan ibu kandung bersama neneknya sendiri.

Bayi perempuan itu ditemukan warga pada Minggu pagi, 17 Mei 2026, dalam kondisi masih berlumur darah dengan ari-ari yang belum terlepas sempurna.

Dua perempuan berinisial S (68) dan ES (36) kini diamankan aparat kepolisian setelah diduga menelantarkan bayi yang baru dilahirkan tersebut.

Kapolsek Anyer, Iptu Tubagus Zuaeni mengatakan, warga awalnya mendengar suara tangisan bayi dari halaman rumah warga di Kampung Panimpukan, tepat di samping kantor desa.

“Warga dihebohkan suara tangisan bayi perempuan yang ditelantarkan di halaman rumah Ibu Sudiroh atau di samping kantor desa,” kata Zuaeni, Selasa (19/5/2026).

Saat ditemukan, kondisi bayi diduga belum genap sehari dilahirkan. Polisi mendapati tubuh bayi masih dipenuhi sisa darah dengan ari-ari yang belum terpotong sempurna.

“Masih ada sisa darah, jadi dimandikannya tidak bersih. Umur bayi kayaknya belum sehari, ari-ari juga masih nempel,” ujarnya.

Polisi Telusuri Perempuan Berkerudung Merah

Kasus tersebut mulai terungkap setelah warga memberi informasi mengenai seorang perempuan berkerudung merah yang sempat terlihat membawa bayi sebelum ditemukan di lokasi.

Dari hasil penelusuran, polisi kemudian mengamankan dua perempuan di kediamannya di Desa Kosambironyok, Kecamatan Anyer, Senin pagi (18/5/2026).

“Dan ternyata itu neneknya si bayi. Hari Senin sekitar pukul 08.30 WIB kami berhasil mengamankan terduga pelaku di rumahnya, itu ibu dan anak atau nenek dan ibu kandung si bayi,” ujar Zuaeni.

Kedua pelaku selanjutnya dibawa ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Cilegon untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Alasan Ekonomi Jadi Pemicu

Berdasarkan pemeriksaan sementara, kedua pelaku mengaku nekat membuang bayi karena tekanan ekonomi keluarga.

ES diketahui telah lama ditinggal suaminya tanpa nafkah maupun kabar. Bayi yang dibuang disebut merupakan anak ketiganya.

“Suaminya sudah lama enggak pulang, enggak nafkahi juga, bahkan enggak bisa dihubungi sama sekali,” kata Zuaeni.

Kondisi keluarga juga disebut memprihatinkan. Kakek bayi diketahui menderita stroke dan keluarga tersebut tinggal di rumah sederhana di atas lahan milik BUMN.

Meski begitu, polisi memastikan proses hukum tetap berjalan. Kedua pelaku dijerat Pasal 430 junto Pasal 29 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP terkait penelantaran anak.

Sementara itu, bayi perempuan yang sempat ditelantarkan tersebut kini dirawat dan berada dalam perlindungan Dinas Sosial Kabupaten Serang.


Penulis: David Nababan 

Editor: Noval Abraham