Dugaan Intimidasi di Proyek Wisata Air Kalimalang Bekasi Viral, Warga Klaim Diancam Saat Meliput
![]() |
| Tangkapan layar video yang memperlihatkan adu argumen saat peliputan di kawasan proyek Wisata Air Kalimalang, Bekasi. |
BEKASI, BBITerkini – Video dugaan intimidasi terhadap seorang warga yang melakukan peliputan di kawasan proyek Wisata Air Kalimalang, Kabupaten Bekasi, viral di media sosial dan memicu sorotan publik terkait keterbukaan informasi dalam pembangunan.
Rekaman yang beredar melalui kanal Gean Kelana memperlihatkan adu argumen antara seorang pria dengan Gean yang saat itu sedang mengambil gambar di area proyek. Dalam video tersebut, pria yang identitasnya belum diketahui terlihat mendatangi lokasi dan meminta aktivitas peliputan dihentikan.
Berdasarkan keterangan yang disampaikan melalui kanal tersebut, Gean mengaku menerima ucapan bernada ancaman saat melakukan dokumentasi di kawasan proyek.
Menurut pengakuannya, ancaman itu tidak hanya ditujukan kepada dirinya, tetapi juga terhadap kendaraan yang digunakannya saat berada di lokasi.
“Sudah empat kali saya mengalami intimidasi ketika melakukan peliputan di kawasan proyek Wisata Air Kalimalang,” ujar Gean.
Dalam rekaman yang beredar, terdengar ucapan yang diduga bernada ancaman kepada Gean. Namun, identitas pria yang menyampaikan ucapan tersebut belum diketahui dan belum ada keterangan resmi dari pihak terkait.
Gean juga menyebut sejumlah rekannya yang pernah melakukan pemantauan dan pengambilan gambar di lokasi yang sama dikabarkan mengalami perlakuan serupa.
Meski demikian, BBIterkini.com belum dapat memverifikasi secara independen seluruh rangkaian peristiwa yang terjadi sebelum maupun setelah rekaman tersebut dibuat.
Viralnya video tersebut memunculkan sorotan publik terhadap akses informasi dan kebebasan warga dalam melakukan pengawasan terhadap proyek yang berkaitan dengan kepentingan umum.
Hak masyarakat untuk memperoleh informasi publik dijamin melalui Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik. Partisipasi masyarakat dalam pengawasan pembangunan juga menjadi bagian penting dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, dan partisipatif.
Sejumlah warga berharap setiap bentuk pengawasan yang dilakukan secara damai dapat berlangsung tanpa tekanan maupun intimidasi dari pihak mana pun.
Peristiwa ini menjadi sorotan karena menyangkut hak masyarakat untuk memperoleh informasi dan melakukan kontrol sosial terhadap pembangunan yang menggunakan ruang publik.
Penulis: David Nababan
Editor: Redaksi BBI
