Bupati Tanggamus Minta Petugas Sensus Jemput Data Door to Door, Jangan Andalkan Perkiraan
![]() |
| Bupati Tanggamus Moh. Saleh Asnawi membuka Pelatihan Petugas Sensus Ekonomi 2026 di Bandar Lampung. Foto: Istimewa. |
TANGGAMUS, BBITerkini – Bupati Tanggamus Drs. H. Moh. Saleh Asnawi, M.A., M.H. meminta seluruh petugas Sensus Ekonomi (SE) 2026 turun langsung ke lapangan dan melakukan pendataan secara door to door guna memastikan data yang dikumpulkan benar-benar akurat.
Pesan tersebut disampaikan saat membuka Pelatihan Petugas Sensus Ekonomi 2026 Kabupaten Tanggamus yang digelar di Bandar Lampung, Jumat (29/5/2026).
Menurut Saleh Asnawi, keberhasilan Sensus Ekonomi tidak hanya ditentukan oleh sistem dan teknologi yang digunakan, tetapi juga kualitas kerja petugas di lapangan dalam menjangkau masyarakat dan pelaku usaha.
“Datangi masyarakat secara langsung. Hadir di tengah mereka. Jangan hanya mengandalkan asumsi atau perkiraan. Ketepatan data lahir dari kerja lapangan yang dilakukan dengan baik dan penuh dedikasi,” tegasnya.
Ia menilai data ekonomi yang akurat menjadi fondasi penting bagi pemerintah dalam menyusun kebijakan pembangunan, menentukan prioritas program, hingga mengambil keputusan yang berdampak langsung bagi masyarakat.
“Sensus Ekonomi merupakan agenda strategis nasional yang sangat penting untuk menyediakan data dan informasi ekonomi yang akurat, lengkap, dan mutakhir,” ujarnya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri perwakilan BPS Provinsi Lampung, Kepala BPS Kabupaten Tanggamus Niken Hariyanti, jajaran perangkat daerah, instruktur daerah, dan peserta pelatihan petugas Sensus Ekonomi 2026.
Dalam laporannya, Niken Hariyanti menjelaskan pelatihan digelar untuk meningkatkan kapasitas petugas dalam melaksanakan Pendataan Lengkap Sensus Ekonomi 2026 sesuai standar yang telah ditetapkan BPS.
“Pelatihan ini diharapkan dapat menghasilkan petugas yang handal untuk melaksanakan Pendataan Lengkap SE2026,” kata Niken.
Pelatihan mencakup berbagai materi mulai dari metodologi dan manajemen lapangan, tata cara pengisian kuesioner, penggunaan aplikasi FASIH Mobile dan CAWI, penanganan kasus batas, hingga teknik wawancara terhadap rumah tangga dan pelaku usaha.
Pembelajaran dilaksanakan secara hybrid melalui LMS e-Warkop New Generation dan aplikasi Gojags Pusdiklat BPS dengan metode synchronous maupun asynchronous.
Sebanyak 176 peserta mengikuti pelatihan gelombang pertama yang dibagi di dua lokasi, yakni Grand Anugerah Hotel dan Batiqa Hotel. Sementara fasilitator berasal dari tujuh instruktur daerah BPS Kabupaten Tanggamus.
Untuk memastikan kualitas peserta, pelatihan juga dilengkapi evaluasi melalui pre-test dan post-test guna mengukur peningkatan pemahaman selama proses pembelajaran berlangsung.
Menutup sambutannya, Saleh Asnawi berharap seluruh petugas dapat mengikuti pelatihan dengan sungguh-sungguh sehingga mampu menghasilkan data ekonomi yang akurat, valid, dan bermanfaat bagi pembangunan Kabupaten Tanggamus di masa mendatang.
Penulis: Syahbana
Editor: Redaksi BBI
