![]() |
| Dok.Ambulance YOAS |
Tangerang, bbiterkini – Yayasan One Ambulance Service (YOAS) Tangerang akhirnya angkat bicara terkait pemberitaan yang beredar dalam beberapa hari terakhir mengenai dugaan penyalahgunaan ambulans di Lampung Selatan. Klarifikasi ini disampaikan langsung oleh Ketua Umum YOAS pada Sabtu (11/04/2026).
Dalam keterangannya kepada awak media, Ketua Umum YOAS memaparkan kronologi kejadian yang menyeret nama organisasinya. Ia menegaskan bahwa pihaknya tidak mengetahui adanya dugaan penyalahgunaan ambulans sejak awal.
Menurutnya, peristiwa bermula pada Sabtu (04/04/2026) saat kru YOAS sedang bertugas di depan RSUD Tangerang. Ketika itu, mereka menerima permintaan layanan ambulans dari seseorang yang mengaku relawan untuk menjemput pasien di Padang.
“Karena ini bagian dari tugas kemanusiaan dan pelayanan jasa ambulans, kami menyanggupi permintaan tersebut. Awalnya mereka meminta lepas kunci ambulans, tapi saya tolak dan harus ada sopir yang ikut,” ujar Ketua Umum YOAS.
Ia kemudian menugaskan salah satu kru berinisial VR untuk mengoperasikan unit ambulans tersebut.
“Karena saat itu VR yang sedang bertugas, maka dia yang saya perintahkan untuk berangkat menjemput pasien,” jelasnya.
Namun, setibanya di lokasi, pasien yang dimaksud ternyata sudah tidak berada di tempat dan disebut telah dibawa ke rumah sakit. VR pun memutuskan kembali ke Tangerang.
Dalam perjalanan pulang, VR justru mengalami insiden yang tidak diketahuinya sebelumnya hingga akhirnya diamankan dan dibawa ke Polda Lampung Selatan, sebagaimana diberitakan pada Selasa (07/04/2026).
Ketua Umum YOAS menegaskan bahwa dirinya telah memenuhi panggilan kepolisian dan memberikan keterangan secara rinci terkait kejadian tersebut.
“Saya sudah menjelaskan kronologi awal pemesanan layanan ambulans yang ternyata diduga disalahgunakan oleh pihak pemesan. Kami ini korban, bukan pelaku,” tegasnya.
Ia juga menyebutkan bahwa berdasarkan informasi dari pihak kepolisian, terdapat tiga orang yang mengaku telah beberapa kali menggunakan modus serupa dengan memanfaatkan jasa ambulans.
Lebih lanjut, Ketua Umum YOAS menegaskan komitmen organisasinya untuk tetap menjalankan fungsi ambulans sesuai peruntukannya, yakni untuk pelayanan kemanusiaan.
“Kami, baik pengurus maupun anggota YOAS, tidak pernah menyalahgunakan fungsi ambulans. Kami hanya memberikan layanan sesuai tugas kami untuk membantu masyarakat yang membutuhkan,” tambahnya.
YOAS juga mengecam keras oknum yang diduga telah menyalahgunakan layanan ambulans hingga mencoreng nama baik organisasi serta menurunkan kepercayaan publik.
“Kami mengutuk keras tindakan pelaku yang telah merusak nama baik YOAS dan relawan ambulans. Ini sangat merugikan kami yang bekerja untuk kemanusiaan,” ujarnya.
Di akhir pernyataannya, pihak YOAS berharap aparat kepolisian dapat menangani kasus ini secara tegas dan transparan agar kebenaran segera terungkap.
(Dina/Ega)
