Tangerang, bbiterkini – Momentum Ramadan dimanfaatkan Pemuda Palapa Indonesia Timur bersatu bersama DPP Barisan 8 Center untuk memperkuat solidaritas dan komunikasi lintas organisasi melalui kegiatan buka puasa bersama yang digelar di kediaman Ketua DPD Palapa Provinsi Banten, Sabtu (28/3/2026).
Kegiatan ini menjadi ruang konsolidasi sekaligus penguatan nilai kebersamaan yang dinilai penting dalam menjaga stabilitas sosial di tengah masyarakat. Sejumlah pimpinan organisasi hadir, mulai dari Ketua Umum DPP Palapa Salim Redtop, Sekjen Jembo, Bendahara Dora, hingga Ketua Umum DPP Barisan 8 Center Andrio Caesario beserta jajaran pengurus wilayah.
Tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, kegiatan ini juga diisi dengan aksi sosial berupa pembagian takjil kepada anak-anak yatim. Kehadiran tokoh agama dan pengurus masjid turut memperkuat pesan bahwa kolaborasi lintas elemen menjadi kunci dalam membangun kepedulian sosial yang berkelanjutan.
Dalam sambutannya, Salim Redtop menegaskan bahwa Palapa merupakan organisasi yang berdiri atas dasar kebersamaan dan semangat persatuan. Ia menolak segala bentuk narasi negatif yang berpotensi memecah belah, serta mengajak seluruh anggota untuk tetap fokus pada kontribusi nyata bagi masyarakat.
“Organisasi ini hadir untuk merangkul, bukan terprovokasi. Kita ingin menjadi bagian dari solusi, bukan sumber persoalan,” ujarnya.
Senada dengan itu, Ketua Umum DPP Barisan 8 Center Andrio Caesario menekankan pentingnya menjaga solidaritas lintas agama sebagai bagian dari budaya bangsa. Ia menyoroti tradisi saling menjaga saat perayaan keagamaan sebagai bentuk nyata toleransi yang harus terus dirawat.
Di tingkat daerah, Ketua DPD Palapa Banten Amirudin mengingatkan seluruh anggota agar mengedepankan jalur hukum dalam menyelesaikan setiap persoalan. Ia menegaskan bahwa pendekatan dialog dan aturan hukum menjadi fondasi utama dalam menjaga ketertiban.
Sementara itu, Sekretaris Daerah DPD Lazarus Stenli Jansen Palpialy menambahkan bahwa kekuatan organisasi terletak pada soliditas internal dan kemampuan memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar.
Kegiatan ini dinilai menjadi momentum strategis dalam mempererat komunikasi antarorganisasi, memperkuat nilai persaudaraan, serta meneguhkan komitmen bersama untuk berkontribusi aktif dalam pembangunan sosial.
Ke depan, sinergi serupa diharapkan terus berlanjut dengan melibatkan lebih banyak elemen masyarakat, sehingga nilai kebersamaan yang terbangun tidak hanya terasa di internal organisasi, tetapi juga memberikan manfaat luas bagi publik.
Ega
